Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kiprah Noor Eko “Nunung” Handriyanto, Eks Gitaris Kaisar, Band Legendaris Solo

Damianus Bram • Senin, 10 Januari 2022 | 14:15 WIB
PERNAH EKSIS: Nunung saat masih manggung dengan Kaisar Band. Foto kanan, Nunung saat ini. (KAISAR BAND FOR RADAR SOLO)
PERNAH EKSIS: Nunung saat masih manggung dengan Kaisar Band. Foto kanan, Nunung saat ini. (KAISAR BAND FOR RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Kaisar Band tinggal kenangan. Band legendaris Kota Bengawan ini pernah moncer di era 1990. Nah, salah satu yang tersisa adalah Noor Eko Handriyanto yang pernah menjadi gitaris band itu. Seperti apa aktivitasnya kini?

IWAN KAWUL, Solo, Radar Solo

Anak milenial nyaris tidak mengenal Kaisar Rock Band yang merupakan band legendaris asal Kota Solo. Kaisar Rock Band sempat memekakkan telinga rakyat Indonesia pada era 90-an. Bahkan, lagu andalannya Kerangka Langit pernah masuk top hits Indonesia.

Kaisar Band merupakan band yang dibentuk pada 1988 dan pernah meraih sederetan prestasi seperti 10 band terbaik se Indonesia 1990. Pada 1991 pernah meraih juara 1 rock se Indonesia dengan melahirkan lagu Garis-Garis Bintang.

"Kaisar Rock Band berawal dari band kampus, sebagian besar dari UNS. Awalnya ada dua grup band, yakni Magnum dan Spektrum. Lalu melebur jadi satu menjadi Kaisar Band," kata mantan gitaris Kaisar Rock Band Noor Eko Handriyanto.

Lagu Kerangka Langit yang sempat hits itu diciptakan oleh Banhasir Lumbanraja dan Didik Ermas. Liriknya berisi nasihat agar manusia tetap semangat dalam menjalani hidup. Lagu ini musiknya gabungan antara musik hard rock dan heavy metal khas 80-an. Di festival rock Indonesia kelima, Kaisar berada di peringkat 4 dan juaranya saat itu diraih Power Metal.

Formasi Kaisar saat itu adalah Banhasir Lumbanraja (vokalis), Nunung (gitaris), Didik Ermas (bassis), Ari Wibowo (drummer) dan Yudi Kosasih (keyboardis). Tapi sayangnya karir band ini begitu cepat terhenti karena kesibukan masing-masing personel. Beberapa kali mengalami bongkar pasang personel, termasuk Nunung yang menjadi gitaris.

"Waktu itu, saya, Banhasir, Yudi, Didik Ermas, drumer Ari. Ada dua kompilasi dan satu album. Pada 94-95 sudah nggak eksis lagi. Sempat gonta ganti personel juga," kata pria 55 tahun yang biasa dipanggil Nunung ini

Selama manggung bersama Kaisar, Nunung pernah manggung di kota-kota besar di Jawa. Dia termasuk personel paling muda, dibanding personel lainnya. Pengalaman paling berkesan, saat manggung di Jawa Timur yang merupakan tanahnya musik rock kala itu. Atmosfer musik rock dengan penonton yang luar biasa.

"Kalau mainnya nggak bagus, ya dilempari beneran sama penonton," kata Nunung.

Namun, pada 1990 Nunung keluar dari Kaisar karena menikah. Dia lantas bekerja di sebuah lembaga atau perusahaan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan musik. Bahkan, selama itu pula Nunung tidak bermain musik, tidak ngeband lagi. Pada medio 2000-an dia pun diajak seorang sahabat untuk mendirikan sekolah musik.

"Akhirnya 2005-2006 bertemu dengan Mas Kokor. Beliau mengajak mendirikan sekolah musik. Ya udah, berdiri sampai sekarang. Saya mengajar gitar, mas Kokor mengajar keyboard. Sejak saat itu juga aktif di kegiatan-kegiatan sosial menjadi relawan untuk penyandang disabilias, relawan saat bencana gempa di Jogja," ungkapnya.

Nunung mengklaim sekolah musik yang didirikan ini merupakan sekolah musik paling murah. Pesertanya hanya cukup membayar Rp 35 ribu saja per jam saat ini. Sekolah musik ini diperuntukan bagi anak-anak. Bahkan jika ada anak dari keluarga kurang mampu biasanya Nunung akan mengratiskannya.

Bukan tanpa alasan Nunung mematok harga murah. Hal ini berkaca dari pengalaman hidupnya yang tidak mampu membayar kursus gitar.

"Dulu awal buka lebih murah lagi, ada yang gratis. Kalau tidak punya gitar saya belikan gitar. Zaman saya muda dulu kalau bukan anak orang kaya gak bakal kuat kursus gitar. Saya pun belajar otodidak," kenangnya.

Sampai saat ini, Nunung juga masih menjalin hubungan baik dengan para personel Kaisar, baik pada eranya dan sesudahnya. Hanya saja, beberapa personel sudah mendahului menghadap Sang Khalik. (*/bun)  Editor : Damianus Bram
#Kaisar Band #Band legendaris Kota Solo #Kaisar Rock Band