Dalam memulai usahanya ini Raras mengakui dalam menggarap setiap produk butuh kejelian. Proses membuatnya memang butuh ketelatenan.
Awal membuat setiap produk, Raras akan membuat pola terlebih dahulu. Hingga akhirnya dia memilih kain dengan motif yang diinginkan, atau ada juga pilihan sesuai keinginan pembeli. Ada pun ukuran pouch yang dibuat mulai dari ukuran 18x12 cm hingga 20x15 cm. Sedangkan motifnya mulai dari gambar flora, polkadot, kubisme, kombinasi warna-warni, hingga ada yang bermotif garis-garis.
Dalam proses penjahit, dia dibantu dengan tiga tenaga penjahit yang ada di sekitar rumahnya di Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah. Mengingat pesanan pouch dari kain kanvas untuk suvenir pesta pernikahan bisa mencapai 2.000 biji, sesuai orderan yang dia terima. Jika pesanan dalam jumlah ribuan, dia bisa menyelesaikan dalam waktu tiga hingga empat hari.
Harga yang dibandrol untuk pouch buatannya pun bervariasi, mulai dari Rp 3.800 hingga Rp 9.700 per bijinya. Semua tergantung ukurannya. Ada pun pemesannya tidak hanya dari Klaten saja, tetapi juga sejumlah wilayah di Indonesia. Mulai dari Semarang, Jakarta, Tangerang, Surabaya hingga terjauh pernah mengirim produknya ke Aceh dan Papua.
Sebenarnya yang pesan kepadanya tidak hanya untuk keperluan suvenir dalam rangka pesta pernikahan saja, tetapi juga untuk acara ulang tahun, arisan, seminar, hingga gathering dilayaninya. Apalagi kantong kain kanvas yang dibuatnya memang multifungsi sebagai tempat penyimpanan uang kertas maupun koin, peralatan make-up, hingga alat tulis sehingga memberikan nilai tambah tersendiri.
Ada yang berbeda dari produk kantong kain kanvas yang dibuatnya itu. Guna suvenir yang diproduksinya tambahi lebih berkelas, ditambahi dengan label pada kantong tersebut. Label tersebut berisikan tulisan nama panggilan dari pasangan pengantin yang memesan dengan harapan memberikan kesan tersendiri terhadap tamu undangan yang hadir dan menerima suvenir tersebut.
“Ketika ada label itu membuat pengantin merasa yang memiliki suvenir itu. Menjadikan suvenir itu lebih personal. Ini membuat para pemesan merasa puas dengan kantong kain kanvas yang saya buat,” ucap Raras saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di kediamannya, Jumat (14/1).
Kepuasan dari para pemesan itu yang sering kali getok tular dengan anggota keluarga lainnya. Promosi gratis itu yang sering membuat Raras sering kebanjiran pesanan. Disamping itu dia juga rajin menawarkan produknya melalui media sosial, seperti Instagram dan Tiktok. Jadi tak mengherankan jika Raras bisa meraup omset dari pembuatan kantong kain kanvas itu mencapai Rp 20 Juta per bulan.
Strategi itu pula yang coba diterapkan Raras untuk bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. Termasuk untuk bisa bangkit kembali setelah dua tahun sepi pesanan yang datang kepadanya. Mengingat ada beberapa keputusan untuk tak menggelar acara perayaan yang bisa menimbulkan kerumunan, salah satunya tentu sempat dilarangnya adanya perayaan pesta pernikahan. Hal inilah yang sempat membuat permintaan produknya turun drastis. Bersyukur saat ini situasi mulai kembali berjalan baik.
Diakuinya meski akhir 2021 sudah mulai ada peningkatan pemesanan, tetapi belum kembali normal. Tetapi berbagai strategi tengah disiapkan Raras untuk bisa mendongkrak penjualannya. Salah satunya untuk kolaborasi dengan perajin lainnya, sehingga ketika ada pemesan hendak memerlukan berbagai suvenir untuk pesta pernikahannya bisa melakukan pembelian dalam bentuk paket sekaligus. (ren/nik) Editor : Damianus Bram