Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Berburu Durian Pogog Khas Wonogiri yang Mengundang Selera

Damianus Bram • Senin, 28 Februari 2022 | 15:00 WIB
SIAP DIPANEN: Durian pogog dari Dusun Pogog, Desa Tengger, Puhpelem, Wonogiri. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
SIAP DIPANEN: Durian pogog dari Dusun Pogog, Desa Tengger, Puhpelem, Wonogiri. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID -  Sejumlah daerah memiliki durian lokal andalannya masing-masing. Wonogiri pun memiliki durian Pogog yang memiliki ukuran jumbo. Seperti apa panen durian pogog tahun ini?

IWAN ADI LUHUNG, Wonogiri, Radar Solo

Mendung menggelayut di langit Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem, Sabtu (26/2) siang. Meski begitu, orang-orang terus berdatangan di rumah Rimo, ketua Kelompok Tani Unggul Jati Dusun Pogog.

Mereka berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari pegawai pemerintahan, karyawan, polisi dan lainnya. Mereka mulai memilih beberapa butir durian di teras yang disediakan tuan rumah.

"Pilih yang ini? Dicicipi dulu ya, kalau tidak cocok bisa diganti," kata Rimo kepada salah satu orang yang datang ke rumahnya.

Rimo lantas mengeluarkan sebuah pisau. Lalu mencongkel sedikit kulit durian hingga pisau itu tembus daging buah durian dengan berat 5 kilogram itu.

Setelah kulit durian terbuka, daging buah di ujung pisau disodorkan kepada sang tamu. Tak berselang lama, daging buah itu sudah habis dimakan oleh sang tamu.

Tamu yang berasal dari Kecamatan Slohohimo bernama Didik itu pun lalu membeli beberapa butir buah durian. Yang paling besar beratnya sekitar 5 kilogram. Sepuluh lembar uang pecahan Rp 100 ribu pun diambilnya dari dalam saku celana. Satu juta rupiah untuk 20 kg yang terdiri dari beberapa butir durian pogog itu.

"Sudah lama langganan durian pogog. Dagingnya kan tebal, saya makan satu saja wes wareg mas. Dari dulu nggak mengecewakan ambil durian di sini," kata Didik.

Sementara itu, Rimo sibuk mencatat durian yang terjual. Durian-durian itu memang bukan milik dia sendiri, namun gabungan dari beberapa petani di dusun itu. Agar mudah dikenali, di tangkai buah durian sudah terdapat kode petani dan berat durian yang dibanderol Rp 50 ribu per kilogramnya itu.

Rimo menuturkan sejak beberapa waktu lalu, panen durian pogog telah berlangsung. Penikmatnya harus terlebih dahulu memesan agar tidak kehabisan stok durian.

Dia mengatakan, panen di tahun ini sempat terkendala hujan di tengah kemarau atau biasa disebut kemarau basah. Pada Agustus-September 2021 lalu sudah muncul bunga dan pentil di pohon durian.

"Tapi karena kena hujan, banyak pentil yang rontok mas," ujar Rimo.

Menurut dia, meskipun banyak pentil yang rontok karena terguyur air hujan para petani tetap bersyukur. Sebab, dengan air hujan itu pohon durian bisa mendapatkan air dan tentunya lebih sehat.

Buah yang bisa dipanen pun tetap dipanen. Tanaman yang berusia sekitar 10-11 tahun rata-rata menghasilkan 25 butir durian musim ini. Sementara untuk tanaman yang besar bisa menghasilkan hingga 40 butir durian per pohonnya.

Selain itu, bobot rata-rata durian pogog yang dipanen tahun ini sekitar 4,5 kilogram per butir. Ada beberapa durian yang memiliki bobot 7,5 kilogram per butir. Bahkan, benerapa tahun lalu, ada durian pogog yang memiliki berat mencapai 10 kilogram.

"Ukurannya memang dibuat tidak terlalu besar biar rasanya lebih mantap," beber Rimo.

Daging buah durian pogog sangat tebal dengan biji kecil. Rasanya manis dengan tekstur yang tidak terlalu berair atau mirip durian montong.

Namun, pada masa panen tahun ini banyak durian yang rasanya kurang maksimal. Atas kondisi itu, durian-durian yang  tidak sesuai harapan tersebut terpaksa dibuang.

"Yang rasanya kurang maksimal bisa sampai separo dari jumlah durian di pohon. Karena itu pembeli saya suruh nyicipi dulu. Kalau rasanya anyep bisa langsung dikembalikan. Jadi tidak beli kucing dalam karung. Kasian juga kan kalau sudah jauh-jauh datang tapi kecele," beber dia. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#Durian Pogog #Panen Durian Pogog #Durian Pogog Khas Wonogiri #Berburu Durian Pogog