Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Rangga Dewa Pratama, Pemuda yang Bangkitkan Perajin Kriya Kulit

Damianus Bram • Jumat, 25 Maret 2022 | 15:00 WIB
POTENSI: Pemuda di Mojogedang, Karanganyar belajar membuat kerajinan dari kulit. (SEPTINA FADIA/RADAR SOLO)
POTENSI: Pemuda di Mojogedang, Karanganyar belajar membuat kerajinan dari kulit. (SEPTINA FADIA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Tidak banyak perajin kriya kulit di Kota Solo. Wajar, sebab mayoritas produsen produk ini berada di Magetan, Jawa Timur. Nah, mahasiswa yang juga seorang perajin kriya kulit ini rela berbagi ilmu agar semakin banyak yang menekuni ini.

SEPTINA FADIA PUTRI, Karanganyar, Radar Solo

Rangga Dewa Pratama, mahasiswa seni rupa sekaligus perajin kriya kulit ini merasa prihatin. Sebab tidak banyak generasi muda yang ingin menjadi perajin kriya kulit di Kota Solo dan sekitarnya. Bahkan untuk sekadar punya keterampilan membuat produk kriya kulit saja, bisa dihitung dengan jari. Padahal potensinya sangat besar. Sebab masih jarang produsen kerjinanan ini di eks Karesidenan Surakarta.

"Memang ada (perajin kriya kulit), tapi tidak banyak jumlahnya. Beda cerita kalau di Magetan, di sana sebagai pusat produksi kulit. Atau Jogja yang banyak sekali menawarkan produk dari kulit. Bahkan ada workshop juga," ungkap Rangga kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Melihat potensi itu, Rangga ingin membagikan ilmunya ke generasi muda lainnya. Khususnya di Solo dan sekitarnya. Tahap awal, di membuat pelatihan pembuatan produk kriya kulit di Ngadirejo, Karanganyar. Bertepatan dengan program kuliah kerja nyata. Rangga tidak sendiri, dia mengajak teman-temannya untuk menggerakkan pemuda Dusun Panggungrejo, Desa Ngadirejo, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar belajar kriya kulit.

"Karanganyar memang bukan penghasil kulit untuk kerajinan ini. Tapi setidaknya pemuda di sini punya keterampilan dulu. Mereka bisa dilatih. Nah untuk jadi seorang pengrajin tinggal kemauan mereka fokus dengan usaha ini," jelasnya.

Keterampilan ini, lanjut Rangga, bisa mengangkat kondisi perekonomian masyarakat di desa Ngadirejo. Mereka bisa membuat dompet, tas, dompet, dan kerajinan lainnya dari kulit. Produk-produk ini bernilai ekonomi tinggi. Bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Bahkan berpotensi go ekspor menyasar konsumen luar negeri.

"Apalagi sekarang masih pandemi Covid-19. Produk kriya kulit ini bisa dibuat dari rumah. Artinya, bisnisnya bisa dijalankan di rumah saja. Juga bisa jadi ajang refreshing saat membuat produk," sambungnya.

Sebagai perajin, Rangga mengaku produk kerajinan kulit selalu menjadi incaran banyak orang. Maka dengan memiliki keterampilan membuat kerajinan kulit dapat menjadi peluang untuk meningkatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) karang taruna desa.

Alat yang dibutuhkan pun tidak sulit dicari. Yakni kulit nabati, cat akrilik, lem kulit, rubber, gunting, pensil, cutter, penggaris untuk mendesain pola, jarum dan benang polyester untuk menjahit kulit. Kemudian palu dan tatah garpu untuk melubangi pinggiran kulit, beveler untuk menggarisi pola jahitan, serta amplas dan wood slicker untuk menghaluskan kulit.

"Harapannya, workshop ini akan memotivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang mungkin dimiliki oleh para pemuda karang taruna di Desa Ngadirejo, Mojogedang," ujar dia. (*/bun)  Editor : Damianus Bram
#Perajin Kriya Kulit #Rangga Dewa Pratama #Perajin Kriya Kulit di Solo #Kriya Kulit