Dekorasi menjadi elemen penting dalam mempercantik rumah bagi sebagian orang. Rumah adalah tempat untuk melepas penat setelah padat beraktivitas seharian di luar rumah, tentu perlu aksesoris menarik yang bisa dipasang di salah satu sudut rumah.
Memasang hiasan dinding, tentu jadi hal yang wajar dipasang di setiap rumah, dan pajangan dari bahan talenan bisa jadi alternatif. Khususnya untuk mengganti peran sebuah lukisan.
Arum Ardianti pintar memanfaatkan peran lain dari talenan. Dengan sedikit kreativitas, talenan bisa disulap jadi pajangan menarik. Media papannya bisa digambar berbagai macam lukisan. Dari karakter kartun, pemandangan, ataupun sebuah kata-kata bijak.
”Kita bisa berimajinasi yang memasukkan tema yang ingin dilukis. Semisal hewan, orang, atau objek lain dalam tema tertentu. Bisa juga gambar-gambar binatang lucu,” ujar lulusan seni rupa di salah satu perguruan tinggi tersebut.
Selain membuat karya sesuai pesanan ataupun berkreasi sesuai imajinasi, dia juga rutin mengikuti pameran. Seperti yang dia lakukan di Sragen Createa Festival. Yang mana pameran ini bertemakan teh. Dia banyak membuat gambar unik, tapi tetap memiliki tema tentang teh.
”Seperti ini saya buat kartun yang membawa cangkir teh dan sebagainya. Tatakan talenan untuk pajangan rumah memang diberi gambar agar lebih menarik,” ujarnya.
Pegiat dari Sanggar Seni Lukis Corat Coret Sragen ini menekankan sasaran utamanya pada anak-anak. Anak-anak tentu banyak yang suka akan gambar kartun yang sangat lucu, kebanyakan objeknya memang hewan-hewan.
Bahkan saat calon pembeli berminat membeli kartyanya, dia juga mendorong anak-anak tersebut untuk ikut memberi warna secara langsung, agar bisa ikut merasakan hasil karyanya.
”Misalnya anak suka unicorn, kita batu buatkan gambarnya. Termasuk tambahan daun, ulat dan sebagainya. Anak-anak senang karena ikut mewarnai,” bebernya.
Menurutnya walau tak punya keterampilan bidang seni dan desain, asal telaten dan sabar, anak-anak bisa mewarnai produk dekorasi dinding ini.
”Sasaran kami memang anak-anak untuk mengkreasikan karyanya sendiri. Sehingga mereka bisa mengapresiasi karyanya,” ujar Arum.
Hasil karyanya ternyata dijual cukup murah. Dari Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Dengan mengajak anak mewarnai atau melukis sendiri, otomatis pihaknya mengajak anak untuk les kilat. Itupun menyesuaikan keinginan anak, apakah ingin menggambar atau hanya belajar mewarnai saja.
”Biasanya kalau anak TK mewarnai dahulu. Tapi kalau anaknya minat dan mau menggambar, kami juga bantu menggambar. Biasanya untuk pewarna di media kertas menggunakan crayon, tapi untuk di talenan ini menggunakan cat akrilik. Mereka juga akan belajar mengontrol kuas nantinya,” jelasnya. (din/nik) Editor : Damianus Bram