Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Seni Sketsa Wajah yang Banjir Peminat

Damianus Bram • Minggu, 29 Mei 2022 | 21:30 WIB
FOKUS: Muhammad Mudrikul Ma’arif tengah menyelesaikan karya sketsa wajah yang tengah dipesan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
FOKUS: Muhammad Mudrikul Ma’arif tengah menyelesaikan karya sketsa wajah yang tengah dipesan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN - Gambar dari pensiun di selembar kertas atau yang dikenal dengan sketsa cukup banyak peminat. Salah satunya jika pembuatan sketsa wajah. Semakin mirip sketsa menggambar objek sosok yang digambar, tentu akan semakin mahal harganya, dan tentunya akan membuat customer semakin puas.

Bisa dibilang seni sketsa wajah jadi karya yang tepat untuk jadi pajangan di rumah ataupun oleh-oleh untuk seseorang yang sangat istimewa. Jadi tak salah jasa gambar manual ini, punya daya seni tinggi dan banyak peminatnya.

Namun bagi seniman pembuat karya tersebut, tentu tak mudah untuk merealisasikan karya wajah seseorang. Butuh konsentrasi tinggi, dan tentunya telitian dan jiwa seni yang tinggi.

Karya seni sketsa memang butuh proses belajar yang panjang yang dijalaninya senimannya agar bisa mahir merealisasikan karya sesuai yang diharapkan pemesannya. Jadi walau sudah memahami teknik menggambar, belum tentu karya sketsa wajah yang dibuatnya dianggap mirip. Karena dalam menggambar wajar ada yang namanya anatomi, dan ini butuh ketepatan dalam menggambar, khususnya di bagian wajah. Ini demi bisa menggambarkan karakter dari sosok yang tengah dipesan untuk digambar.

Namun jika kita bicara keuntungan, ternyata jasa menggambar sketsa cukup banyak diminati. Dan tentunya bernilai jual tinggi.

Salah satu seniman sketsa asal Sragen adalah Muhammad Mudrikul Ma’arif. Warga Dusun Tanggan, Desa Tanggan, Kecamatan Gesi ini mengakui, mulai menekuni hobi melukisnya di atas kertas sejak lama.

Background pendidikannya adalah sarjana Pendidikan Islam. Dia juga berprofesi sebagai perangkat desa, tepatnya sebagai kasi pelayanan di Desa Tanggan. Pekerjaan dan pendidikannya memang jauh dari dunia seni, namun bakat seninya sudah muncul sejak kecil, karena kegemarannya menggambar. Saat kuliah pun dia tetap mengasahnya.

Saat kuliah dulu sempat tergabung dalam komunitas pelukis di Tulungagung dan kediri. Dia juga sempat belajar lebih dalam dunia seni pada pelukis bernama Ruslan asal Kediri. Dia juga sempat mengikuti pameran di Hotel Merdeka Kediri, 2007 silam.

Mudrik (sapaan akrab Muhammad Mudrikul Ma’arif) mengakui mendalami fokus pada seni sketsa wajah belum lama ini. Ini untuk mengembangkan seni gambar yang jadi hobinya.  ”Intinya berawal dari rasa senang menggambar sebenarnya. Jadi sejak kuliah saya membentuk komunitas lukis gelang,” ujarnya.

Menggambar di media kain, dan kertas tente berbeda. Menggambar pemandangan ataupun sketsa wajah juga kesulitannya berbeda. Sebelumnya dia terbiasa melukis di media kanvas dengan cat minyak, namun kini dia lebih banyak menggambar sesuatu di media kertas dengan pensil.

”Ini masih tetap belajar, dan saat ini mulai nyaman menggunakan pensil,” ungkapnya.

Jasa pembuatan wajah memang banyak peminatnya, dan soal menentukan harga memang tak mudah. Ada tingkat kesulitan yang membuat harga di setiap karya bisa berbeda-beda.

”Kalau berhubungan dengan harga ya bingung menentukannya. Kebetulan saya masuk grup pelukis di Jawa Timur, Saya tanya ke teman disana, harga kisaran segini, tinggal tingkat kesulitannya berapa. Tergantung ukuran juga sebenarnya. Umumnya A3 sekitar Rp 150 ribu, kalau A2 biasanya dibandrol Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu,” ujar Mudrik.

Dia menyampaikan pada umumnya semua orang ketika dilukis wajahnya akan senang. Biasanya ada kerabat yang menikah, dan diberi kado lukisan wajahnya, perasaannya akan sangat senang juga jika diberi kado pajangan sketsa wajah.

”Jelas berbeda jika dibandingkan dengan hasil foto  cetak. Hasil goresan tangan punya nilai lebih. Tapi  berhubungan dengan menggambar dengan goresan tangan juga bermain dengan mood dan hati. Selain skill juga tentunya yang tak kalah penting, dan itu ada nilai tersendiri. Kalau mood jelek, gambarnya juga jadi jelek. Jadi berusaha semaksimal mungkin,” terangnya,

Soal pemasaran atau mengenalkan karyanya, dia menggunakan media sosial (medsos) untuk menarik minat calon pembeli. Selain itu, dia juga menggunakan jejaring pertemanan untuk mengenalkan karyanya. Meski baru pemasaran terbatas, pihaknya pernah mendapat pesanan dari luar kota. Karyanya tersebut bahkan sempat dikirim ke Tulungagung. (din/nik) Editor : Damianus Bram
#Seni Sketsa Wajah #Seniman Sketsa Wajah #Sketsa Wajah