ANTONIUS CHRISTIAN, Sukoharjo, Radar Solo
Ya, sejak usianya masih 12 tahun, Sergio sudah tak asing dengan senjata api (senpi). Dia mengatakan, awalnya tak tertarik menekuni olahraga ini.
"Dulu lihat papa nembak. Terus diajak, awalnya ngak mau. Terus sama bapak diminta coba, ternyata tepat sasaran padahal baru pertama kali coba," katanya.
Dari situ, anak kelahiran Solo 9 September 2009 ini mulai menggeluti olahraga menembak. Tak butuh lama bagi Sergio untuk berlatih. Dia pun mencoba peruntungan dengan mengikuti sejumlah kejuaran terbuka.
Adapun penghargaan yang diraih Sergio di antaranya Kejuaraan Tembak Reaksi IPSC, Kejuaraan Piala Eager Championship 2021, Juara 2 Junior Pistol, Juara 3 Junior Pistol Caliber Carbine, Kejuaraan Dankormar Cup 2021, Juara 2 Pistol Open Junior, Juara 1 Pistol Caliber Carbine Junior.
Kejuaraan Piala Dansat Brimob Boyolali, juara 2 Pistol Open Junior, juara 1 Pistol Caliber Carbine Junior, Kejuaraan Piala Kasal 2021, juara 3 Grade Junior Pistol Open, juara 2 Pistol Caliber Carbine Junior, serta juara Kasal Cup di Cilandak.
Dan Minggu (29/5) kemarin, dia juga mencoba peruntungan dengan mengikuti ajang shooting competition Piala Danjen Kopassus di Markas Group 2 Kopassus Kandang Menjangan. Ada tiga kelas yang dia ikuti, antara lain Kelas Open Pistol Kaliber 38 Super, Senjata Panjang PCC Kaliber 9 MM, dan Senjata laras panjang 100 meter Kaliber 556.
Karena sudah terbiasa dengan kelas tembak reaksi pistol, Sergio terlihat sudah sangat luwes. Setelah aba-aba diberikan dan wasit meniup peluit, dia langsung bergegas berlari kearah pistol guna memasukkan selonsong. Meski Semua target berhasil ditembak jatuh.
Namun sayang hasil kurang memuaskan didapat Sergio dalam kelas Senjang dari jarak 100 meter. Sebab dia mengaku baru kali pertama mengikuti ajang di kelas tersebut.
"Untuk persiapan khusus tidak ada ya, cuma latihan saya yang ditingkatkan. Terutama untuk yang senjata panjang jarak 100 meter. Ya hasilnya cukup memuaskan, setengah target bisa saya jatuhkan. Agak gemeteran, soalnya baru kali pertama ikut kelas ini," ujar bocah kelas 6 SD ini
Sabar dan rileks. Itulah kunci Sergio agar bisa menguasai senpi. Bila kedua hal itu bisa dikuasai, otomatis semua target bisa ditembak. "Kalau hilang konsentrasi sedikit saja, ya sudah buyar pasti," ujar Sergio.
Meski sudah piawai menggunakan senpi, tapi dia tetap terus berlatih. Dia mempunyai mimpi membuat harum nama Indonesia lewat dunia olahraga menembak.
"Latihan terus dulu pokoknya. Siapa tahu nanti kedepan bisa jadi atlet. Ya memang salah satu mimpi saya jadi atlet agar bisa membawa nama Indonesia ke kancah dunia," kata Sulung dua bersaudara ini.
Sergio sendiri paham kaidah penggunan senpi ini. Sebab bagaimanapun ada risiko apabila salah menggunakan senpi. "Pakainya hanya waktu latihan atau saat lomba. Selain itu disimpan digudang klub," ujarnya.
Sementara itu sang ayah Oga Giovanni Darmawan menuturkan, bakat Sergio mulai terlihat sejak duduk di kelas 4 SD. Dia mendukung penuh anaknya terjun ke olahraga menembak pada masa mendatang. Bakat Sergio pun semakin terarah dan kemampuannya semakin terasah.
"Saya sebagai ayah dari Sergio sangat bangga dengan kemampuannya dalam skill menembak. Sergio pun telah membuktikan dengan keseriusan berlatihnya selama ini dengan mendapatkan beberapa penghargaan," katanya. (*/bun) Editor : Damianus Bram