ANGGA PURENDA, Klaten, Radar Solo
Keringat membasahi baju para peserta gowes bertajuk Explore Wedi Minggu kemarin. Setelah mereka menyelesaikan gowes dengan jarak tembuh 12 kilometer (KM) akhirnya finish di Pasar Gempol di Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi.
Sesaat setelah istirahat mereka saling berjubel antre untuk menikmati aneka bubur di pasar setempat. Ada bubur gempol, jenang sumsum, jenang grendul. Mereka tampak lahap menikmati kuliner khas daerah itu.
Sebanyak 1.000 goweser star dari halaman Kantor Kecamatan Wedi hingga finish di Pasar Gempol. Di sela-sela event itu digelar lomba foto dengan kategori perorangan dan komunitas berlatar belakang pemandangan selama bersepeda. Hasil fotonya juga diminta untuk diunggah di media sosialnya masing-masing. Foto terbaik dari dua kategori itu mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan.
“Kegiatan Explore Wedi ini bertujuan untuk memperkenalkan desa-desa di Kecamatan Wedi. Kali ini kami kenalkan potensi Desa Kadilanggon yang memiliki Pasar Gempol dengan kuliner khasnya bubur gempol dan jenang sumsum serta jenang grendul,” jelas Camat Wedi Rizqan Iryawan kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (6/6).
Rizqan menjelaskan, ada lima pedagang bubur gempol di pasar tradisional milik Pemkab Klaten itu. Harganya pun cukup terjangkau hanya Rp 2.000 per porsi dengan lauk sayur lodeh tahu. Sedangkan untuk jenang sumsum serta jenang grendul juga hanya dibandrol Rp 2.000 per porsi.
“Jadi Pasar Gempol di Desa Kadilanggon ini cukup unik karena seperti pasar kaget. Di sepanjang pasar itu berjualan beraneka macam kuliner khas. Di antaranya bubur gempol, jenang sumsum serta jenang grendul. Pukul 09.00 sudah tutup pasarnya. Dulunya milik pribadi sekarang jadi milik pemkab untuk pasarnya,” ucapnya.
Pada acara itu, Pemerintah Kecamatan Wedi dan Pemerintah Desa Kadilanggon memang telah menyiapkan bubur gempol bagi para peserta goweser. Harapannya semakin banyak yang mengenal kuliner khas ini. Terutama dari luar Wedi.
“Sebenarnya di Desa Kadilanggon juga ada potensi anggur premium tapi masih kecil. Kami belum berani mengenalkan kepada peserta. Soalnya masih terbatas,” ucapnya.
Sementara itu, warga Desa Kalitengah, Wedi, Sukamta, 50, menyambut baik kegiatan sepeda santai bertajuk Explore Wedi itu. Mengingat kegiatan yang digagas camat Wedi dan komunitas sepeda di Klaten itu telah mengenalkan potensi desa di Kecamatan Wedi.
“Lewat olahraga bersepeda menjadikan masyarakat lebih sehat. Terjalin juga silaturahmi di antara komunitas sepeda dan masyarakat. Termasuk membuka dan membangun jejaring utamanya bagi pelaku UMKM di Kecamatan Wedi,” ucapnya. (*/bun) Editor : Damianus Bram