Nara Wicaksono, mengaku tertarik dengan golden retriever setelah membaca sejumlah referensi jenis anjing peliharaan bagi pemula dan bertanya kepada teman.
"Dari karakternya, golden retriever merupakan anjing keluarga. Jadi memang bukan anjing penjaga atau petarung seperti ras doberman pinscher, rottweiler, german shepherds, maupun belgian malinois. Golden retriever terkesan lebih kalem, jadi cocok dijadikan anjing keluarga. Diajak main bareng keluarga. Begitu sih kira-kira," urainya.
Golden retriever milik Nara yang diberinama Bombom dipelihara sejak kecil. Karena itulah, Nara merasa lebih mendalami karakternya.
"Saran terbaiknya pelihara sejak kecil agar bisa lebih memahami karakternya dan si anjing paham karakter pemiliknya. Soal apakah karakternya mau dibentuk menjadi one man dog (anjing satu majikan) atau family dog (anjing keluarga) itu tergantung perlakuan yang diberikan pemiliknya. Basic-nya, semua anjing bisa dilatih untuk itu," papar Nara.
Secara umum, perawatan Bombom tak jauh beda dengan anjing lainnya. Vaksin enam bulan sekali merupakan hal wajib untuk menghindari penyakit berbahaya. Dibarengi mandi basah dan kering agar bulu panjangnya tetap indah.
Soal pakan, masing-masing pemilik memikiki treatment. Umumnya pemberian dog food dengan tambahan vitamin serta variasi makanan basah untuk memastikan kesehatan anjing.
"Dari segi karakter, golden retriever cocok untuk pemula. Yang agak ribet, perawatan bulunnya karena panjang. Harus rutin menyisir, mencukur yang gimbal dan memandikan. Asupan gizi harus baik agar bulu tetap bagus. Sayang kalau bulunya rusak. Apalagi dari tiga varian goldel retriever (emas, cokelat muda, dan cokelat tua), paling banyak dicari warna emas," ungkap dia.
Tidak kalah pentingnya memastikan energi anjing tersalurkan dengan baik. Sebab, golden retriever memiliki energi besar dan cukup aktif. Si pemilik harus menyempatkan waktu mengajak si dogi untuk olahraga minimal tiga kali sehari dengan durasi sekitar 45 menit.
Mengajak golden retriever jalan santai atau lari-lari kecil, menjadi pilihan terbaik. Ketika pemilik terlalu sibuk untuk keluar rumah, aktivitas lempar tangkap bola bisa jadj alternatif.
“Anjing jenis ini energinya besar. Lupa mengajak main atau olahraga, bisa-bisa si anjing terlalu aktif. Kalau sudah begitu, bisa gigit apa saja. Merusak sofa atau perabotan rumah tangga,” terang warga Kartasura, Sukoharjo itu. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram