NIKKO AUGLANDY, Solo, Radar Solo
Usia belia tidak membuang Helsya Maeisyaroh minder bersaing dengan para seniornya. Terbukti, dia bersama sembilan pemain Persis dipanggil pelatih timnas putri untuk ajang Piala Wanita AFF 2022 di Manila, Filipina 4-7 Juli. Hari ini dia akan berjuang bersama rekan-rekan setimnya melawan timnas putri Thailnad.
Sedari kecil, Helsya sudah sering mengikuti kakak dan ayahnya menonton pertandingan sepak bola. Berawal dari keisengan bermain dengan bola di tepi lapangan, akhirnya perlahan dia mulai menyukai sepak bola.
Tidak hanya sekadar menonton, dia juga terjun menjadi pemain sepakbola putri. Nama Helsya mulai menarik perhatian ketika dia berhasil menjadi satu dari lima pemain terbaik dari Milo Football Championship 2017. Di mana dia mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu bersama FC Barcelona Football School (FCB Escola) di Spanyol. Spesialnya, Helsya merupakan satu-satunya pemain perempuan pada ajang tersebut.
Bakat Helsya sebagai pemain muda sepak bola terus berlanjut ketika dia berhasil meraih hasil runner-up pada ajang Liga 1 Putri 2019 bersama Persikabo Putri. Kepiawaiannya berhasil membuat mojang Bandung ini mendapatkan predikat pemain muda terbaik.
Karirnya terus berkembang ketika dia menjadi bagian dari tim Arema Women sebagai Juara 3 Piala Pertiwi Nasional 2021/2022. Dia juga menjadi andalan di lini tengah Timnas Putri Indonesia di ajang Piala Asia Wanita 2022, meski belum berhasil membawa prestasi besar untuk Garuda.
Rentetan prestasi tersebut tentu tidak diraih dengan mudah oleh Helsya. Dia mengakui sering sekali mendapat cemoohan karena lebih memilih berkarir sebagai pemain sepak bola di awal karirnya.
Bahkan ada anggapan dari keluarganya yang beranggapan bahwa sepakbola bukanlah jalan yang cocok untuk diambil seorang wanita untuk karir masa depannya. Namun pada akhirnya, Helsya berhasil membalikkan cemoohan tersebut dengan menjadi kebanggaan keluarga dan negara.
Menurut dia, sepakbola tidak hanya untuk laki-laki saja, namun juga bagi perempuan. Namun perbedaannya belum banyaknya perempuan yang berani melangkah untuk menjadi pemain professional. Sebab, kompetisi sepakbola level perempuan masih dianggap sebelah mata.
Helsya mengungkapkan, sepak bola wanita ini lebih harus diperhatikan perkembangannya seperti sepak bola pria. Suasana kompetisi tim wanita penting untuk terus meningkatkan semangat pemain.
“Semoga suasana kompetisi level wanita terus diperhatikan oleh PSSI, karena saat ini kita memang benar-benar membutuhkannya. Karena dengan adanya kompetisi juga membuat kita punya semangat untuk terus bermain,” ujarnya.
Saat ini Helsya sudah resmi jadi bagian dari Persis Women yang akan terjun di Liga 1 Putri 2022. Helsya sangat menantikan agar bisa berjuang dan bermain membela Persis Women di kompetisi resmi. Kabarnya kompetisi ini akan digelar Agustus mendatang. Dia sangat rindu kompetisi Liga 1 bisa bergulir lagi, karena sejak adanya pandemi sudah dua tahun kompetisi ini vakum.
Dia siap membawa prestasi yang bisa dibanggakan klub dan juga masyarakat Kota Solo. “Semoga bisa menuju prestasi terbaik di Liga 1. Menjadi juara untuk kompetisi di dalam maupun luar negeri. Dan bisa memberikan penampilan terbaik dan t maksimal kepada tim,” ujarnya. (*/bun) Editor : Damianus Bram