SEPTINA FADIA PUTRI, Solo, Radar Solo.
Ramadan 2021, Zharfa Hafizhotul Qonita bersama rekan-rekannya mahasiswa arsitektur tergerak ingin berbuat suatu kebaikan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Namun, dia tak ingin kegiatan itu hanya sekali selesai dan tidak berdampak masif.
Akhirnya Zharfa dan rekan-rekannya memutar otak. Apa yang dibutuhkan masyarakat tapi jarang disadari kebutuhan itu?
"Karena saya dan teman-teman adalah mahasiswa arsitektur, kami sadar akan kebutuhan masyarakat atas desain bangunan. Nah, akhirnya kami membuat gerakan jasa desain gratis selama Ramadan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan bangunan sosial,” ujarnya.
Gerakan ini akhirnya dikembangkan menjadi sebuah proyek sosial bernama Civilarch Charity. Proyek sosial tersebut merupakan gerakan sosial yang menyediakan jasa desain bangunan publik yang dibutuhkan masyarakat tanpa dikenai biaya sepeser pun. Alias gratis.
Hingga kini, sudah ada empat lembaga yang menjadi penerima manfaat Civilarch Charity. Kegiatan yang mereka usung adalah mengonsep desain, berkoordinasi antarpihak, dan ikut membantu menggalang dana pembangunan bangunan yang sedang dikerjakan dengan bantuan mitra terkait.
"Pengalaman positif yang saya rasakan itu bisa ketemu banyak orang yang memiliki ide yang baik untuk lingkungan sekitarnya. Punya sudut pandang yang lebih baik, dan bisa merasakan permasalahan di sekitar,” ujarnya.
Proyek ini jadi tantangan bagi Zharfa. Bagaimana akhirnya bisa membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat lewat bangunan yang bermanfaat. Selain itu cara komunikasi dengan banyak orang juga menjadi pengalaman baru.
Saat ini, Zharfa dan tim tengah mengadakan pembangunan pondok tuli. Proyek sosial yang dikelola Zharfa dan teman-temannya punya prinsip building for all, building for civilization.
Maknanya, mereka bisa membuat masyarakat mendapatkan bangunan sosial yang sangat bermanfaat. Sekaligus bisa membawa perubahan bagi lingkungan yang lebih baik. Harapannya, dengan hadirnya Civilarch Charity dapat membantu masyarakat mendapatkan desain bangunan secara gratis untuk fungsi kebermanfaatan.
“Masyarakat bisa terbantu dengan adanya gerakan desain bangunan secara gratis karena bisa membantu merencanakan bangunan yang fungsional dan teratur dalam pemakaiannya. Sehingga mempermudah masyarakat dalam melakukan kegiatan dan tidak kesulitan dalam pencarian dana," terangnya.
Saat ini selain berfokus mendesainkan bangunan dan menggalang dana, Zharfa juga membantu mendesainkan dan menggalang dana untuk penerima manfaat.
“Sisanya kami bantu melalui pencerdasan media sosial tentang tagline ‘pelopor kebaikan’. Kami ingin sama-sama melakukan pameran akhir dengan hasil karya, juga cerita latar belakang penerima manfaat secara digital di akhir tahun," jelasnya.
Zharfa berpesan kepada mahasiswa agar tidak takut jika menjadi sosok yang berbeda. Selama tujuannya sama demi kebermanfaatan untuk masyarakat yang lebih banyak.
"Setiap dari kita pasti berbeda, setiap dari kita memiliki kekuatan yang beragam, namun dari keberagaman itu justru kita bisa membuat perubahan yang lebih banyak dan bermacam. Jadi, jangan takut berbeda. Kita juga punya tujuan yang sama untuk kebermanfataan masyarakat yang lebih banyak," ujarnya. (*/bun) Editor : Damianus Bram