Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Rikho Jerikho, Gagas Project Ichthys-Alien Indonesia

Damianus Bram • Senin, 18 Juli 2022 | 00:00 WIB
DIAWETKAN: Rikho Jerikho bersama latimeria menadoensis di Museum Zoologi Bogor beberapa tahun lalu.
DIAWETKAN: Rikho Jerikho bersama latimeria menadoensis di Museum Zoologi Bogor beberapa tahun lalu.
Halo Rikho, apa kesibukannya saat ini?

Masih melanjutkan penelitian. Project Ichthys-Alien Indonesia masih jalan. Sekarang juga freelance jadi konsultan. Jadi ada perusahaan yang butuh jasa survei biodiversitas, seperti jenis-jenis ikannya apa saja, sehat tidak ekosistemnya, dan lain sebagainya. Mencari ikan, meneliti ikan. Hobi yang dibayar, hahaha….

Awal mula menggagas Project Ichthys-Alien Indonesia?

Ceritanya panjang. Awalnya saat mau skripsi, saya mikir, kok ikan yang saya kenal kebanyakan spesies asing, yang asli Indonesia malah tidak banyak diketahui. Setelah itu mencoba melakukan studi awal di Waduk Gajah Mungkur (WGM). Di sana ternyata banyak ikan yang bukan spesies asli alias spesies alien.

Apa saja spesies alien di WGM?

Waktu itu saya menemukan sekitar 40 spesies ikan. 12 di antaranya spesies ikan asing. Spesies ikan alien di sana di antaranya nila, mujair, sapu-sapu dan lainnya.

Lalu spesies aslinya?

WGM kan buatan manusia. Kalau untuk spesies asli daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo itu ada banyak. Misalnya ikan sili, tawes, sogo. Nah, ikan patin yang asli DAS Bengawan Solo itu pangasius jambal sudah tidak ada. Sekarang adanya pangasianodon hypophthalmus, itu patin yang saat ini ada. Itu patin dari Sungai Mekong di Thailand.

Yang dilakukan setelah studi awal di WGM?

Saya tulis, meski belum tahu saat itu saya gunakan untuk skripsi atau tidak. Iseng juga coba kirim ke World Lake Conference (WLC). Ternyata 2016 lalu diundang untuk mempresentasikan hasil penelitian itu. Waktu itu WLC digelar di Bali. Berhasil publish artikel sederhana dan poster saat itu.

Setelah WLC?

Merasa seperti gelisah, ternyata penelitian ikan masih kurang. Pelepasan spesies asing seperti nila malah seperti kewajaran. Akhirnya nyoba bikin Project Ichthys-Alien Indonesia.

Photo
Photo
PERBANDINGAN: Kerangka arapaima yang disusun dengan panjang lebih dari 1 meter. (ISTIMEWA)

Perkembangan Project Ichthys-Alien Indonesia saat ini?

Sudah ada beberapa jurnal penelitian yang dibuat Ichthys-Alien Indonesia bersama lembaga dan peneliti lain. Misalnya penelitian soal ikan sapu-sapu dan beberapa jurnal lain. Sekarang juga fokus sub project limbata.

Apa itu?

Ikan channa limbata atau kotes sedang booming dan banyak dicari. Di sejumlah lokasi yang biasanya ditemui ikan itu, sekarang sudah sulit ditemui. Kemarin sukses breeding. Saat ini fase pembesaran, pengen-nya satu dua tahun ke depan bisa menyebar ke area ikan yang sekarang sudah sulit dicari agar tetap lestari. Ikan ini spesies asli (Indonesia) tapi belum ada yang meneliti secara taksonomi. Yang ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Itu terindikasi punya tren berbeda populasi. Ada kemungkinan beda spesies juga. Belum ada yang riset ke arah sana.

Pendanaan Project Ichthys-Alien Indonesia dari mana?

Dari foto ikan yang dicetak di buku catatan atau mug. Juga kantong pribadi sih hahaha…. Sudah hobi soalnya, nggak masalah. Keluarga juga support. Teman-teman terus membantu proyek ini. Masih bantu nulis jurnal, dan lainnya. Tetap kompak.

Pengalaman menarik saat meneliti ikan?

Semua menarik. Tapi dulu 2018 pernah mau memotret ikan arapaima di Sungai Brantas, wilayah Mojokerto. Terus saya beli kepala arapaima itu. Sebenarnya sudah saya bungkus plastik dan dimasukkan tas. Tapi ternyata kepala arapaima itu masih keluar darah, merembes dari tas. Waktu itu di traffic light dilihat orang-orang seperti jijik.

Untuk apa kepala arapaima itu?

Diawetkan bersama bagian tubuh lain lalu disusun jadi kerangka utuh. Seperti menyusun puzzle, butuh enam bulan. Disusunnya juga pakai lem tembak. Setelah jadi, disumbangkan ke Museum Zoologi Bogor di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Tidak dipajang sendiri saja?

Nggak. Biar orang lain juga bisa ikut meneliti kerangka arapaima. Biar berguna juga kan.

Ngomong-ngomong pernah mincing di WGM?

Belum lama ini mancing di sana. Sepertinya populasi red devil makin bertambah. Itu juga spesies alien.

Harapannya dengan Project Ichthys-Alien Indonesia?

Bisa jadi rujukan pemerintah Indonesia dalam membuat aturan, utamanya penyebaran benih ikan. Selain itu, juga orang-orang lebih peduli dengan ikan. (al/wa)

BIODATA:

Nama

Tempat Tanggal Lahir

Pendidikan

Alamat
Editor : Damianus Bram
#Ikan Alien #Rikho Jerikho #Project Ichthys-Alien Indonesia #waduk gajah mungkur