Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Robot Tangan Kreasi Pelajar SMK: Bantu Disabilitas, Kuat Angkat Beban 1,5 Kg

Damianus Bram • Sabtu, 23 Juli 2022 | 14:40 WIB
MINIM LIMBAH: Prosthesis hand alias robot tangan kreasi siswa SMK St. Mikael Surakarta, yang diklaim mampu membantu penyandang disabilitas. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
MINIM LIMBAH: Prosthesis hand alias robot tangan kreasi siswa SMK St. Mikael Surakarta, yang diklaim mampu membantu penyandang disabilitas. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
SOLO - Siswa SMK Solo kembali membawa kabar mengagumkan, lewat inovasi di bidang teknologi. Istimewanya lagi, produk yang dihasilkan sangat membantu penyandang disabilitas. Berupa kreasi robot tangan.

Inovasi robot tangan ini dihasilkan pelajar kelas XII Teknik pErmesinan (TP) SMK St. Mikael Surakarta. Dinamai prosteshis hand. Digarap dengan tujuan membantu penyandang disabilitas ketika beraktivitas sehari-hari.

“Robot tangan ini menggunakan beberapa komponen sederhana. Prototipe tangan dibuat dengan printer 3D selama tiga hari. Komponen lainnya terdiri dari arduino sebagai micro controllerservo, push button, resistor, dan jumper wire,” terang siswa kelas XII TP 3 Galang Seno Nata Kusuma.

Prosteshis hand diklaim mampu mengangkat beban hingga 1,5 kilogram (kg). Cara kerjanya sangat sederhana. Dilengkapi dengan push button, yang berfungsi untuk mengoperasikan robot tersebut. Melalui pemrograman arduino uno, robot tersebut dapat dikendalikan dengan program servo.

“Seperti papan elektronik, arduino uno berfungsi membuat program untuk mengendalikan berbagai komponen elektronika. Proses pengolahan kode atau coding-nya juga sangat sederhana,” paparnya.

Diakui Galang, robot tersebut masih butuh banyak penyempurnaan. Terutama desainnya yang masih “polos” dan perlu diubah. Termasuk penambahan sensor suara untuk menggerakkan robot.

“Inovasi ini full 3D printer, jadi sangat minim limbah. Ke depan, akan kami kembangkan dengan sensor suara dan panel surya. Supaya tetap bisa dipakai, tanpa harus di charge dengan listrik. Sensor suara ditambahkan, untuk jaga-jaga jika arduino tidak berfungsi,” imbuhnya.

Rekan Galang, Ignatius Bismar Seno Adjie menambahkan, keunggulan prosthesis hand adalah lebih ekonomis. Selain itu, tiap jari prosthesis hand dijejali servo. Sehingga bisa digerakkan satu per satu.

“Sementara ini masih menggunakan satu servo. Jadi lima jadi bergeraknya bersamaan. Jika menggenggam, lima jari semua ikut. Nanti jika sudah ditambahkan servo, masing-masing jari bisa digerakkan berbeda-beda,” urai Bismar.

Rencananya, inovasi prosthesis hand akan disumbangkan kepada penyandang disabilitas di sekitar lingkungan sekolah. Terutama yang berlatar belakang ekonomi kurang mampu.

“Akan kami sempurnakan dan dimodifikasi lagi. Terutama penambahan sensor suara tadi,” tandasnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Kreasi Robot Tangan #Robot Tangan #SMK Solo #SMK St Mikael Surakarta