Inovasi robot tangan ini dihasilkan pelajar kelas XII Teknik pErmesinan (TP) SMK St. Mikael Surakarta. Dinamai prosteshis hand. Digarap dengan tujuan membantu penyandang disabilitas ketika beraktivitas sehari-hari.
“Robot tangan ini menggunakan beberapa komponen sederhana. Prototipe tangan dibuat dengan printer 3D selama tiga hari. Komponen lainnya terdiri dari arduino sebagai micro controller, servo, push button, resistor, dan jumper wire,” terang siswa kelas XII TP 3 Galang Seno Nata Kusuma.
Prosteshis hand diklaim mampu mengangkat beban hingga 1,5 kilogram (kg). Cara kerjanya sangat sederhana. Dilengkapi dengan push button, yang berfungsi untuk mengoperasikan robot tersebut. Melalui pemrograman arduino uno, robot tersebut dapat dikendalikan dengan program servo.
“Seperti papan elektronik, arduino uno berfungsi membuat program untuk mengendalikan berbagai komponen elektronika. Proses pengolahan kode atau coding-nya juga sangat sederhana,” paparnya.
Diakui Galang, robot tersebut masih butuh banyak penyempurnaan. Terutama desainnya yang masih “polos” dan perlu diubah. Termasuk penambahan sensor suara untuk menggerakkan robot.
“Inovasi ini full 3D printer, jadi sangat minim limbah. Ke depan, akan kami kembangkan dengan sensor suara dan panel surya. Supaya tetap bisa dipakai, tanpa harus di charge dengan listrik. Sensor suara ditambahkan, untuk jaga-jaga jika arduino tidak berfungsi,” imbuhnya.
Rekan Galang, Ignatius Bismar Seno Adjie menambahkan, keunggulan prosthesis hand adalah lebih ekonomis. Selain itu, tiap jari prosthesis hand dijejali servo. Sehingga bisa digerakkan satu per satu.
“Sementara ini masih menggunakan satu servo. Jadi lima jadi bergeraknya bersamaan. Jika menggenggam, lima jari semua ikut. Nanti jika sudah ditambahkan servo, masing-masing jari bisa digerakkan berbeda-beda,” urai Bismar.
Rencananya, inovasi prosthesis hand akan disumbangkan kepada penyandang disabilitas di sekitar lingkungan sekolah. Terutama yang berlatar belakang ekonomi kurang mampu.
“Akan kami sempurnakan dan dimodifikasi lagi. Terutama penambahan sensor suara tadi,” tandasnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram