Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Aksatria Pradipta, Lulusan SMK yang Sukses Berwirausaha

Damianus Bram • Senin, 25 Juli 2022 | 15:00 WIB
PENUH PERJUANGAN: Aksatria Pradipta tekuni usaha percetakan dan sablon. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
PENUH PERJUANGAN: Aksatria Pradipta tekuni usaha percetakan dan sablon. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Bekal ilmu dan praktik di SMK menjadi motivasi bagi Aksatria Pradipta, 32, untuk mantab berwirausaha. Namun, sebelum sukses membangun usahanya ini dia sempat jatuh bangun.

SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Radar Solo

Mengawali karir dari seorang pegawai, hingga harus gonta-ganti usaha menjadi bagian dari perjalanan hidup Aksatria Pradipta.

“Perjalanan saya sampai menemukan jalan untuk bewirausaha ini tidak tiba-tiba. Saya pernah bekerja dua tahun setelah lulus dari SMK. Kemudian saya lanjut kuliah (D3 Bahasa Inggris UNS) juga sambil bekerja. Setelah cukup pengalaman akhirnya banting setir dan mulai merintis usaha sampai akhirnya bertahan di bisnis percetakan ini,” kata Pradipta saat ditemui di percetakanya di Karangasem, Laweyan.

Kemampuan dalam berwirausaha itu tidak lepas dari ilmu yang dia dapat saat masih berstatus murid SMK. Dan makin terasah dengan pengalaman kerja selama beberapa lama di berbagai bidang industri jasa atau pengadaan barang. Ilmu dari sekolah kejuruan jadi landasan dasarnya dalam melakoni bisnisnya saat ini. Sedangkan pengalaman kerja membuat kepribadiannya kian matang dalam mengambil keputusan saat menjalankan bisnis yang bertahan sejak 2016 itu.

“Di SMK saya dapat berbagai ilmu tentang skill fabrikasi dan saya pakai di bisnis ini. Kalau pengalaman kerja jelas sangat penting, selain untuk mencari modal usaha juga banyak jejaring komunikasi dan membuka mata kita untuk bisa melihat dunia usaha dengan lebih luas,” ujarnya.

Berbagai lika-liku selama menjalani usaha juga pernah dilalui. Mulai dari capaian omzet tertinggi hingga Rp 100-150 juta per bulan, hingga pernah mengalami omzet terpuruk hingga Rp 10-20 juta.

“Sampai punya tanggungan pinjaman puluhan juta di bank. Kalau tidak ada komitmen kuat bisa-bisa gulung tikar,” ujar mantan finalis Putra Putri Solo 2013 itu.

Sukses mengembangkan bisnis percetakan, dia mulai merambah ke bisnis sablon pakaian. Khusus untuk usaha sablon ini dia mengajak anak-anak SMK di sekitar rumahnya. Harapannya setelah mereka lulus bisa masuk ke dunia kerja. Bahkan dia juga tidak keberatan jika salah satu anak didiknya kelak membuka usaha sejenis seperti dirinya.

“Pegawai saya ini kebanyakan memang orang-orang yang sudah kenal dengan saya. Mayoritas memang tetangga sekitar dari keluarga yang kurang mampu. Paling tidak bisa membuat mereka bisa dapat tambahan uang jajan. Kalau mereka mau untuk bikin bisnis sablon atau cetak dengan senang hati akan saya ajari,” ucap Satria.

Disinggung soal tingginya persaingan masuk dunia kerja yang kini dialami lulusan SMK, pria yang hobi Nge-gym ini tetap menyarankan agar lulusan SMK sebisanya tetap harus merasakan dunia kerja atau paling tidak pernah merasakan bekerja sebagai pegawai. Dengan demikian mereka akan lebih bijak untuk memperlakukan pegawainya kelak ketika memulai berwirausaha.

“Saya selalu menyarankan lulusan SMK harus kerja dulu sebelum mulai wirausaha. Kalau kalian bukan anak orang kaya, jangan langsung berwirausaha, harus kerja dulu. Tidak perlu lama-lama, pengalaman kerja 2-5 tahun cukup untuk jadi pedoman awal. Pengalaman dan koneksi itu penting dalam menjalankan usaha,” tegas dia. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#Pengusaha Milenial #Praktik di SMK #Aksatria Pradipta #Lulusan SMK yang Sukses