Seperti Labridae yang memiliki banyak jenis turunan.
Wrasse atau yang tenar dengan julukan keling rambo contohnya.
——–
KESAN yang terekam ketika kali pertama melihat wrasse adalah kuatnya perpaduan unsur-unsur eksotisme laut.
Warnanya mencolok khas ikan-ikan air asin. Garis tubuhnya tegas dan memanjang karena aktivitasnya di habitat aslinya memang wira-wiri di sekitar terumbu karang.
Pemilik akun Instagram Jev Aquatic Stevanus Sugiarto mengungkapkan bahwa wrasse memiliki beberapa sebutan.
Masuk dalam jenis keling rainbow karena terdapat corak loreng di bagian pipi.
SALAH satu kekhasan ikan hias air laut adalah keberagaman varian yang lahir dari satu keluarga.
Seperti Labridae yang memiliki banyak jenis turunan.
Wrasse atau yang tenar dengan julukan keling rambo contohnya.
——–
KESAN yang terekam ketika kali pertama melihat wrasse adalah kuatnya perpaduan unsur-unsur eksotisme laut.
Warnanya mencolok khas ikan-ikan air asin. Garis tubuhnya tegas dan memanjang karena aktivitasnya di habitat aslinya memang wira-wiri di sekitar terumbu karang.
Pemilik akun Instagram Jev Aquatic Stevanus Sugiarto mengungkapkan bahwa wrasse memiliki beberapa sebutan.
Masuk dalam jenis keling rainbow karena terdapat corak loreng di bagian pipi.
Karena corak unik itu pula, beberapa penghobi ikan hias air laut juga menjulukinya ikan rambo.
Sebutan itu merujuk pada karakter yang dimainkan Sylvester Stallone yang mencoreng wajahnya dalam film Rambo.
’’Iya, karena corak di pipinya itu,’’ kata Stevanus Sugiarto. Lalu, ciri khas lain yang melekat adalah bentuk ekornya yang mirip bulan sabit. Lahirlah satu sebutan lagi bagi ikan ini, wrasse bulan kuning atau sunset wrasse.
Australian Museum menyebut warna ikan ini akan berubah sesuai dengan pertumbuhannya.
Memasuki usia remaja, tubuh wrasse akan berwarna kecokelatan. Kemudian, seiring berjalannya waktu akan berubah menjadi hijau. Lalu kuning.
Yang jantan berwarna hijau-kuning. Sirip dada berwarna kuning dan biru dengan tepi hitam.
Ditambah juga dengan garis-garis berwarna layaknya ikan salmon di bagian kepala.
Bagian belakang sirip dada memperlihatkan warna biru.
Sirip ekor, saat usia muda, berbentuk membulat dan berubah menjadi bulan sabit saat berusia dewasa.
”Kesannya beda, apalagi kalau ada kombinasi biru-kuning di bagian ekor. Cantik sekali,” ujarnya.
Di habitat asalnya, wrasse sering hidup di antara pasir dan terumbu karang dan batu.
Sehingga membuatnya mudah dirawat. Umurnya juga relatif panjang.
Ikan wrasse dapat tumbuh hingga 30 sentimeter sehingga perlu akuarium yang cukup luas untuk mempermudah mobilitas.
Menurut dia, ikan ini juga mafhum disandingkan dengan tankmate ikan hias air laut lainnya.
Dengan catatan, ukuran dan tingkat aktifnya setara dengan wrasse.
”Di tank juga cocok kalau dikasih pasir, selain bebatuan dan karang ya. Karena mainnya ya sekitar pasir dan bebatuan itu,” ungkapnya.
Ditanya apakah wrasse juga cocok dengan koral, Stevanus mengamini.
Sebab, ikan tersebut juga ditemukan di kawasan Indo-Pasifik, Kepulauan Hawaii, dan tenggara Australia yang memiliki keanekaragaman koral dan terumbu karang.
Keling rambo juga suka kawasan laguna dan terumbu menuju laut yang berada di atas pasir terbuka.
Termasuk kawasan dengan laju pertumbuhan karang yang lebat.
Sehingga mudah ditemukan di perairan dangkal dengan kedalaman 1 hingga 30 meter.
Sebutan itu merujuk pada karakter yang dimainkan Sylvester Stallone yang mencoreng wajahnya dalam film Rambo.
’’Iya, karena corak di pipinya itu,’’ kata Stevanus Sugiarto. Lalu, ciri khas lain yang melekat adalah bentuk ekornya yang mirip bulan sabit. Lahirlah satu sebutan lagi bagi ikan ini, wrasse bulan kuning atau sunset wrasse.
Australian Museum menyebut warna ikan ini akan berubah sesuai dengan pertumbuhannya.
Memasuki usia remaja, tubuh wrasse akan berwarna kecokelatan. Kemudian, seiring berjalannya waktu akan berubah menjadi hijau. Lalu kuning.
Yang jantan berwarna hijau-kuning. Sirip dada berwarna kuning dan biru dengan tepi hitam.
Ditambah juga dengan garis-garis berwarna layaknya ikan salmon di bagian kepala.
Bagian belakang sirip dada memperlihatkan warna biru.
Sirip ekor, saat usia muda, berbentuk membulat dan berubah menjadi bulan sabit saat berusia dewasa.
”Kesannya beda, apalagi kalau ada kombinasi biru-kuning di bagian ekor. Cantik sekali,” ujarnya.
Di habitat asalnya, wrasse sering hidup di antara pasir dan terumbu karang dan batu.
Sehingga membuatnya mudah dirawat. Umurnya juga relatif panjang.
Ikan wrasse dapat tumbuh hingga 30 sentimeter sehingga perlu akuarium yang cukup luas untuk mempermudah mobilitas.
Menurut dia, ikan ini juga mafhum disandingkan dengan tankmate ikan hias air laut lainnya.
Dengan catatan, ukuran dan tingkat aktifnya setara dengan wrasse.
”Di tank juga cocok kalau dikasih pasir, selain bebatuan dan karang ya. Karena mainnya ya sekitar pasir dan bebatuan itu,” ungkapnya.
Ditanya apakah wrasse juga cocok dengan koral, Stevanus mengamini.
Sebab, ikan tersebut juga ditemukan di kawasan Indo-Pasifik, Kepulauan Hawaii, dan tenggara Australia yang memiliki keanekaragaman koral dan terumbu karang.
Keling rambo juga suka kawasan laguna dan terumbu menuju laut yang berada di atas pasir terbuka.
Termasuk kawasan dengan laju pertumbuhan karang yang lebat.
Sehingga mudah ditemukan di perairan dangkal dengan kedalaman 1 hingga 30 meter. Editor : Perdana Bayu Saputra