Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Cerita Yuni Widya Irianti, Peraih Prestasi di APG 2022 Cabor Para Badminton

Damianus Bram • Jumat, 12 Agustus 2022 | 16:00 WIB
BANGGA: Yuni Widya Irianti bersama orang tuanya menunjukkan medali APG. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
BANGGA: Yuni Widya Irianti bersama orang tuanya menunjukkan medali APG. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - ASEAN Para Games 2022 Solo menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi Yuni Widya Irianti. Atlet para badminton ini berhasil meraih medali perunggu pada debutnya di event olah raga penyandang disabilitas terbesar di Asia Tenggara ini.

RUDI HARTONO, Radar Solo, Karanganyar

Nia, begitu sapaan akrabnya. Dara manis 21 tahun ini menggeluti olah raga bulu tangkis sejak kelas XI SMK. Ditemui di kediamannya di Dusun Lor Pasar RT 1 RW 5 Desa/Kecamatan Matesih, Nia tampak bangga menunjukkan medali perunggunya. Hasil ini tak lepas dari dukungan keluarga, teman, pelatih dan penonton yang hadir mendukung di GOR UNS Solo, tempat event digelar.

”Baru pertama main di ASEAN Para Games, rasa gugup ada. Pas main ganda campuran bersama Dimas Tri Aji sempat bengong. Nggak nyangka bisa main sampai level ini,” beber Nia ditemui Jawa Pos Radar Solo, Kamis (11/8).

Awal karirnya menjadi atlet bulu tangkis dimulai saat duduk di bangku kelas 2 SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar. Saat itu dia ditawari National Paralympic Committee (NPC) Karanganyar. Dia pun langung setuju. Kejuaraan pertama yang dia ikuti adalah Peparprov di Solo pada 2018 lalu. Medali perunggu dalam nomor individu berhasil dibawa pulang.

”Saya dulu pegang raket nggak bisa. Benar-benar mulai dari nol. Pertama masuk (latihan) rasanya gugup, pengalaman pertama, dulu nggak pakai sepatu badminton, pakai sepatu sekolah,” imbuhnya.

Di ajang Peparnas Papua 2021 lalu, dia berhasil mendapatkan satu emas dan dua perunggu nomor individu, elit, dan ganda campuran. Baginya, capaian yang selama ini didapatkannya tidak terlepas dari ketekunan, tekad, dan dukungan dari semua pihak.

”Cibiran orang justru jadi motivasi. Selagi ada kesempatan, ambilah, jangan disia-siakan,” cerita anak pasangan Guntur Prasetyo Irianto dan Yayuk Sri Rahayu ini.

Irianto juga bangga dengan pencapaian anaknya. Raket yang dulu dipakai Nia untuk berlatih merupakan pemberian dari temannya. Raket tersebut hingga saat ini masih disimpan oleh Nia.

”Latihan pertama pakai raket yang ngasih orang. Itu yang jadi motivasi,” tandasnya. (*/adi) Editor : Damianus Bram
#APG XI 2022 #Para Badminton #Yuni Widya Irianti #Para Bulu Tangkis #ASEAN Para Games XI 2022