Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Harimau Sumatra, Satu-satunya Spesies yang Eksis di Indonsia

Damianus Bram • Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:00 WIB
SUPERLANGKA: Harimau sumatera yang dipelihara dengan baik di Taman Satwa Taru Jurug. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
SUPERLANGKA: Harimau sumatera yang dipelihara dengan baik di Taman Satwa Taru Jurug. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Harimau dengan nama ilmiah pantera tigris merupakan salah satu spesies kucing besar yang terancam punah. Di Indonesia ada tiga subspesies dari panterta tigris. Sayangnya, dua di antaranya, yakni pantera tigris sondaica/harimau jawa dan Pantera Tigris Balica telah punah. Yang tersisa satu subspesiesnya yakni pantera tigris sumatrae atau dikenal harimau sumatera.

Salah satu koleksi harimau sumatera di Taman Satwa Taru Jurug hanya satu ekor. Harimau jantan itu kini berusia 17 tahun. Terbilang sudah uzur untuk jenisnya. Sebab itu, si belang butuh perawaten ekstra.

"Kalau dikonversi ke usia manusia, 17 tahun itu setara dengan orang usia 84 tahun. Jadi sudah terkategori lanjut usia. Makanya, pemberian pakan dilakukan setiap hari untuk memastikan si harimau dalam keadaan sehat," kata Nalia Yustika, dokter hewan TSTJ.

Di alam liar, harimau sumatera tidak makan setiap hari. Biasanya, sekali berburu, mereka menghabiskan banyak mangsa dan berpuasa selama beberapa hari sebelum kembali mencari mangsa.

Namun di TSTJ, harimau sumatera diberi makan setiap hari karena faktor usia, yakni 5 kilogram (kg) daging ayam setiap hari. Untuk daging sapi, diberikan Senin-Jumat dengan takaran 1 kg. Di hari Sabtu menunya iga sapi. Tambahannya, “torpedo” sapi dua kali sepekan.

"Di alam liar, harimau ini predator utama. Bisa memakan apa saja. Mulai dari babi hutan, rusa, beruang madu, banteng, bahkan juga terdokumentasi mampu menangkap ikan di perairan,” bebernya.

Rata-rata, usia harimau sumatera yang dirawat di lembaga konservasi lebih panjang dibandingkan yang dilepasliarkan. Di alam, usia satwa ini sekitar 12 tahun. Tapi di penangkaran bisa sampai 20 tahun.

Di alam liar, banyak faktor yang membuat usia harimau lebih pendek. Di antaranya, mulai berkurangnya habitat asli dan suplai makanan. Ditambah perburuan ilegal.

Sebab itu, harimau sumatera dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pelanggaran regulasi tersebut diancam hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda lebih dari 100 juta.

“Populasi harimau sumatera terus menurun. Saat ini mungkin tinggal 400 ekor di alam liar, dan 200 ekor dipelihara di lembaga konservasi di seluruh dunia. Selain perburuan liar, salah satu ancaman kepunahan lainnya adalah sulitnya perkembangbiakannya," beber Nalia.

lembaga konservasi memang diutamakan untuk mengawinkan dari harimau yang bukan satu saudara karena saat ini hal itu sudah dicatat jadi bisa diketahui dengan jelas asal usul si harimau sebelum dikawinkan dengan harimau lain. Tujuannya untuk menghindari kelainan gen atau kecacatan dari perkawinan sedarah," beber dia.

Lebih lanjut diterangkan Nalia, di konservasi, harimau sumatera yang sudah bisa dikawinkan rata-rata akan bunting selama 103-110 hari sebelum melahirkan. Bayi harimau akan hidup bersama si induk selama enam bulan. Setelah itu bisa hidup mandiri. Dalam dua bulan pertama, asupan pakan anak harimau hanya dari susu si induk. Berikutnya, si anak harimau bisa dikenalkan dengan makanan padat lainnya.

"Anak harimau lepas sapih ketika berumur lebih dari satu tahun,” ucapnya. Di habitatnya, harimau sumatera bisa hidup di dataran rendah hingga tinggi. Dengan daya jelajah yang luas itu, lembaga konservasi berupaya keras membuat kandang yang nyaman. Dilengkapi area bertingkat untuk memanjat, kolam air, dedaunan kering dan pohon rindang untuk berteduh.

"Menimbang habitat aslinya itu, ukuran tubuh harimau sumatera cenderung lebih kecil dan ramping dibandingkan sub spesies yang lainnya karena harus fleksibel saat naik gunung atau turun ke hutan. Warna bulunya lebih gelap dan loreng lebih rapat," pungkas Nalia. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Taman Satwa Taru Jurug #Harimau #TSTJ Jurug #Harimau Jawa #Harimau Sumatra