Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sepatu Lurik Khas Klaten: Dipromosikan Ganjar, Langsung Kebanjiran Pesanan

Damianus Bram • Minggu, 14 Agustus 2022 | 23:00 WIB
TEKUN: Nunung saat memproduksi sepatu lurik di kediamannya di Dusun Pencil, Desa Bendo, Kecamatan Pedan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
TEKUN: Nunung saat memproduksi sepatu lurik di kediamannya di Dusun Pencil, Desa Bendo, Kecamatan Pedan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN - Eksistensi dunia sepatu lokal tengah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Bermunculan brand lokal yang makin diminati publik. Peluang pengrajin muda untuk mengembangkan bisnis sepatu, membuat banyak dari mereka mencari celah baru untuk memproduksi desain sepatu karyanya. Dan sepatu bermotif lurik, ternyata masih cukup jarang di pasaran.

Nunung Suprapto, 41, tak menyangka produk sepatu luriknya diminati pembeli dari berbagai daerah di Indonesia saat ini. Perkembangannya berjalan cukup bagus, salah satunya usai dipromosikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lewat program Lapak Ganjar, Februari lalu. Dia sempat kebanjiran pesanan ratusan pasang hingga harus mencari tenaga kerja untuk membantunya memproduksi sepatu berbalut lurik khas Klaten tersebut.

Kesuksesan yang diraih Nunung harus dilewati dari perjalanan yang cukup panjang. Dimulai dari 2014 dengan bekerja pada home industry sepatu di Tangerang. Usai lima tahun bekerja di sana, dia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Tepatnya di Dusun Pencil, RT 09/RW 04, Desa Bendo, Kecamatan Pedan.

Dari keterampilan yang dimilikinya, akhirnya dia memberanikan diri untuk mengembangkan usaha memproduksi sepatu di teras rumahnya secara mandiri pada 2019. Tetapi saat itu dia memproduksi sepatu kets seperti saat dia bekerja di Tangerang. Kemudian akhirnya dia melirik kain lurik yang selama ini memang dikenal sebagai produk unggulan Kecamatan Pedan pada 2020.

Ketertarikannya memadupadankan dengan kain lurik khas Klaten itu agar bisa dikenal secara luas. Terlebih lagi kain lurik tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan baju maupun tas saja, tetapi juga sepatu yang saat itu belum ada perajin yang memfokuskan pada produk tersebut.

“Bahan utama dari membuat sepatu lurik ini ya kain lurik yang kami beli dari perajin. Kemudian ada sol sepatu, lem dan busa mesh. Dalam sehari bisa memproduksi tujuh sampai delapan pasang sepatu setiap harinya,” ucap Nunung saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di kediamannya, Jumat (12/8).

Lebih lanjut, Nunung menjelaskan, jika dia memproduksi sepatu lurik berdasarkan pesanan dari pembelinya. Dalam sebulan rata-rata dia bisa memproduksi 200 pasang sepatu. Mulai produksi dari subuh hingga Pukul 21.00 WIB.

Setidaknya ada tujuh model sepatu lurik yang biasa diproduksi Nunung Diantaranya sepatu kets, sepatu flat, sepatu slip-on hingga sandal slop. Terkait harganya tergantung modelnya yang dibanderol mulai dari Rp 70 ribu hingga Rp 85 ribu untuk sepasangnya.

“Kalau pembelinya sendiri ada dari Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Lampung. Ada juga dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan tentunya dari beberapa kota di Jawa Tengah. Terkait promosinya selama ini memaksimalkan media sosial seperti Instagram dan Facebook,” ucapnya.

Nunung juga sudah memiliki reseller untuk produksi sepatu luriknya di sejumlah kota. Terutama di daerah Jawa Barat dan Jakarta. Termasuk dipercaya untuk mengerjakan pesanan dari sejumlah brand lurik ternama. Hal itu yang membuatnya dalam sebulan bisa memperoleh omset hingga Rp 13 juta.

Kedepannya, dia akan fokus untuk mengembangkan sepatu luriknya tersebut. Terutama dengan menghadirkan berbagai motif kain lurik dan pola sesuai pesanan pembeli. Termasuk mempromosikan sepatu luriknya dalam berbagai ajang pameran sehingga dikenal lebih luas lagi.

“Kami harapkan dengan mengangkut lurik khas Klaten ini menjadikan semakin berkembang. Terus eksis dan tidak punah sehingga tetap lestari,” pungkasnya. (ren/nik) Editor : Damianus Bram
#Sepatu Lurik #Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo #gubernur jateng ganjar pranowo #Sepatu Lurik Khas Klaten