RAGIL LISTIYO, Boyolali, Radar Solo
Dalam perjalanan menuju Pemalang, Abah Lala mendapatkan telepon dari staf kepresidenan. Tak disangka, staf tersebut meminta izin lantaran lagunya akan dinyanyikan di Istana Negara. Dia lantas membuka streaming di YouTube, dan melihat penyanyi cilik asal Banyuwangi tersebut tengah menyanyikan lagunya. Disambut dengan pecahnya penonton. Bahkan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara, Iriana tampak menikmati lagu tersebut.
Sesekali, kamera juga memperlihatkan Iriana yang menari tipis. Tangisnya pecah, saat melihat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan tamu undangan lainnya ikut berjoget di antara penyanyi cilik tersebut. Lagunya juga dinyanyikan dua kali. Tangisnya semakin pecah saat mendapat respons positif dari netizen di live chat streaming.
Abah Lala tak menyangka, lagu yang dirilisnya pada 26 April lalu itu bisa dinyanyikan di Istana Negara. Rasa bangga dan syukurnya lantas diungkapkan dalam video berdurasi 1 menit. Dia ikut bangga dan senang. Lantaran lagunya Ojo Dibandingke bisa dinyanyikan dalam upacara HUT RI dan disaksikan banyak warga Indonesia.
"Ya, aku kaget, nggak menyangka, tiba-tiba ditelepon temanku. Lho iki lagumu metu nak televisi iki (Lho, lagumu tayang di televisi). Saya lihat, saya juga kaget mas, saya ditelepon dari Jakarta, dari Istana Negara, 'Maaf Abah Lala kami belum sempat izin, karena tadi itu mendesak sekali'. Saya langsung pecah (menangis terharu, Red)," terangnya saat dihubungi melalui telepon pada Rabu (17/8).
Dia mengaku tak masalah lagunya dinyanyikan orang lain. Bahkan menurutnya, justru lebih aman dinyanyikan anak kecil dalam acara kepresidenan seperti ini. Karena dia khawatir, ketika dia yang menyanyikan justru dihubungkan dengan politik. Apalagi diakun Instagram-nya hanya mengikuti Jokowi saja.
"Tapi saya bangga. Saya gur wong Musuk kono (hanya orang Musuk sana), wong deso, lagune dinyanyike neng kono- kono (orang desa yang lagunya dinyanyikan di mana-mana) bersyukur. Istilahnya, saya itu bangganya begini, karena cuma berlatar belakang dari kesenian reog," ungkap Abah Lala.
Lagu yang dirilis April lalu ini didasarkan dari berbagai pengalaman nyata. Awalnya dia terinspirasi dari curhatan kisah pernikahan temannya. Awalnya, calon istri temannya tersebut pernah dijodohkan dengan abdi negara. Kisah nyata tersebut membuah Abah Lala mendapatkan ide untuk membuat lirik yang dirangkai dalam beberapa momen.
"Karena saya kalaù ada inspirasi itu tidak pernah saya tulis. Lalu kan ada bait, tak oyak o aku yo ora mampu, sak kuatku mencintaimu. Itu saya dapatkan sewaktu saya pergi ke Boyolali naik motor. Disalip (didahului) sama mobil digleyer. Saya bilang gini, tak oyak o yo ora mampu, sepeda motor mosok ngoyak motor (tak kejar juga gak kuat, masa sepeda motor ngejar mobil). Nah, itu pengalaman saya disalip," bebernya.
Pengalaman-pengalaman kecil tersebut lantas dirangkai. Hingga menjadi lirik lagu dan diaransemen dengan musik dangdut. Selama pandemi, dia sempat vakum menulis lagu dan baru menciptakan satu lagu tersebut. Kini dia akan mempersiapkan satu lagu lagi yang akan dirilis dalam waktu dekat.
Sedangkan lagu yang sudah dibuatnya ada lima lagu. Seperti Gede Roso, Wiwit Dewe, Wong Edan Bebas, dan Ojo Dibandingke. Karirnya sebagai seniman diawali dari genre dangdut sejak 2009. Awalnya, Abah Lala berkecimpung sebagai seniman gedruk atau tarian tradisional Boyolali. Selain menjadi penari, Abah Lala juga menjadi penyanyi di grup gedruknya yang bernama Saleho. (*/bun) Editor : Damianus Bram