Apa Kabar Pak Suyadi?
Alhamdulillah sehat.
Kapan mulai pensiun dari ASN dan kegiatannya sekarang?
Saya pensiun 1 Agustus 2021. Di rumah melanjutkan hobi merawat bonsai. Ini juga mendapat tugas dari para kiai di Sragen untuk ikut mengurus Yayasan Pondok dan Pendidikan Islam (YAPPI). Mulai 1 Oktober mendapat mandate menjadi direktur di kampus.
Jabatan sebelum pensiun?
Dipercaya sebagai kepala bidang (kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen. Sebelum itu, jadi kepala UPTPK Sragen. Di UPTPK Sragen mulai 2012 awal berdiri, sampai 2017. Menjadi kepala UPTPK Sragen yang pertama.
Pengalaman selama 5 tahun memimpin UPTPK Sragen?
Alhamdulillah, kami bisa menjiwai karakter warga miskin di Sragen, sehingga lebih banyak bersyukur dengan kenikmatan yang diberi. Saya pun belajar penanganan kemiskinan secara otodidak. Latar belakang saya perawat.
UPTPK Sragen pernah mendapat pengakuan internasional ya?
Ya, kami sering diundang untuk menjadi pembicara secara nasional maupun internasional. Pernah delapan negara datang ke Sragen. Kami jadi narasumber untuk penanggulangan kemiskinan. Ada juga tamu dari Kemenpan RB. Kami masuk nominasi dan dikirim ke Persatuan Bangsa Bangsa (PBB). Mendapat undangan ke Kolombia bersama BupatiAgus Fatchur Rahman. Kami selaku inovator dan bupati selaku motivator. Alhamdulillah pernah mengenyam acara dunia dan lembaga internasional PBB.
Hal positif yang dibawa dari UPTPK Sragen ke kampus?
Sekarang saya di dunia pendidikan. Jadi tetap mbelo (membela) wong cilik dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Termasuk pengabdian masyarakat. Pengalaman harus diaplikasikan di kampus. (din/wa) Editor : Damianus Bram