SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Radar Solo
Usia masih muda, namun Fransisca sudah memiliki pemikiran-pemikiran tajam. Apalagi jika bicara soal kebutuhan anak di era milenial ini. Mulai dari fenomena kekerasan pada anak hingga pernikahan usia dini.
Siswi kelas X SMA Regina Pacis (Ursulin) Surakarta ini ingin Forum Anak Surakarta bisa benar-benar memberikan dampak baik untuk menekan angka kekerasan hingga pernikahan pada anak di kota bengawan.
"Sebelumnya saya benar-benar tidak tahu apa itu Forum Anak Surakarta. Bisa dibilang kebetulan. Januari lalu kakak kelas saya membuat kegiatan terkait forum anak. Waktu itu kakak kelas saya itu kebetulan juga sebagai wakil ketua Forum Anak Surakarta, dari situ saya mulai kenal organisasi ini," beber dia kemarin (23/8).
Fransisca yang kala itu masih menjadi siswa kelas VIII SMP Bintang Laut Surakarta, makin penasaran dengan Forum Anak Surakarta. Rasa penasaran itu berujung kebulatan hati untuk terjun langsung dan berpartisipasi di organisasi anak tingkat kota itu. Meski tidak cukup pengalaman dalam organisasi skala besar seperti ini, dia tetap memberanikan diri untuk terlibat langsung.
Bermodal gemar berorganisasi dan menyampaikan pandangan dalam forum, siswa yang akrab disapa Caca ini akhirnya terpilih menjadi ketua hingga 2024 mendatang.
"Meski tidak terlibat langsung dalam menangani kasus kekerasan anak dan sejenisnya, saya ingin Forum Anak Surakarta ini bisa menjadi organisasi yang makin dikenal masyarakat. Kegiatan-kegiatannya bisa dirasakan manfaatnya, bukan hanya sebatas promosi, namun bisa ambil bagian dalam upaya menyejahterakan anak-anak di Solo," harap dia.
Bagi dia yang baru kali pertama masuk ke organisasi yang cukup besar seperti ini, Forum Anak dipandang mampu memberikan manfaat dan banyak pengalaman bagi mereka yang tergabung di dalamnya. Dia pun merasakan sendiri wawasan dan pengetahuannya bertambah dalam beberapa bulan setelah bergabung dengan organisasi anak se Kota Solo itu.
"Dari Forum Anak ini kami bisa siaran bareng Mas Wali (Wali Kota Gibran Rakabuming Raka). Juga dilibatkan dan ditampung aspirasinya oleh dinas dan isntansi terkait perihal kesejahteraan anak. Saya merasa makin mengenal Kota Solo dan peramasalah-permasalahan anak di Indonesia," beber Caca.
Caca memiliki mimpi yang cukup besar dalam pembangunan kota dan kesejahteraan anak. Ke depan, dia ingin Kota Bengawan memiliki superblock yang lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang masyarakat. Mulai dari permukiman yang layak, sarana pendidikan, sarana kesehatan, hingga sarana hiburan yang bisa diakses dengan mudah dan murah untuk siapa saja.
Putri pasangan suami istri Trisno Wibowo dan Kartika Ariani ini ingin menjadi seorang profesional yang bisa membawa kebaikan untuk kota kelahirannya itu.
"Dari superblock itu bisa mengangkat kebudayaan dan potensi Kota Solo. Dampaknya warga yang kekurangan nanti bisa dibantu dan diselesaikan," ujar warga Nusukan, Banjarsari itu. (*/bun) Editor : Damianus Bram