Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Yang Ungu Suka Matahari, Sayur Hijau di Partial Shade

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 24 Agustus 2022 | 22:39 WIB
DITANAM DARI BIJI: Beberapa tanaman ungu sukses ditanam Shinta Amalia. Di antaranya, kacang koro, pakcoy, dan seledri batang ungu. (SHINTA AMALIA FOR JAWA POS)
DITANAM DARI BIJI: Beberapa tanaman ungu sukses ditanam Shinta Amalia. Di antaranya, kacang koro, pakcoy, dan seledri batang ungu. (SHINTA AMALIA FOR JAWA POS)
Berkebun sayur juga bisa dilakukan di dataran rendah. Termasuk, menanam beragam sayur berwarna ungu. Butuh kesabaran dan penyesuaian agar tanaman tumbuh optimal. Selain untuk konsumsi, tanaman berwarna cantik ikut memperindah kebun.



SHINTA Amalia menceritakan, rumahnya sebenarnya bukan tempat ideal untuk berkebun. Halamannya relatif sempit. Lokasi rumahnya di Mojosari, Mojokerto, pun terbilang panas. ”Pas puncak kemarau, suhunya bisa sampai 34–36 derajat (Celsius, Red). Jadi, kalau untuk berkebun, tanamannya harus ’dikenalin’ dulu,” ungkapnya.

Dia aktif bertanam sayur sejak awal pandemi. Di antara sayuran di rumahnya, ada beberapa yang berwarna ungu. Misalnya, pakcoy, seledri batang ungu, dan kacang koro. ”Beda warnanya karena ada kandungan antosianin. Warnanya tidak selalu ungu. Ada yang justru jadi merah atau pink,” lanjutnya. Shinta merawat tanaman tersebut dari biji. ”Di sini, masih jarang yang jual bibit sayur. Kalaupun ada, sebatas tomat atau terong,” paparnya. Menanam dari biji pun membuat tanaman lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan tempat tumbuh.

Pekebun yang aktif di akun Instagram @daintytropicalgarden itu menjelaskan, beda warna, beda pula perawatannya. Tanaman ungu menyukai paparan sinar matahari penuh. ”Rata-rata, sehari perlu sekitar enam jam. Kalau sayuran hijau, di tempat dengan partial shade bisa tumbuh bagus. Kalau tanaman ungu, kurang cahaya bikin warnanya nggak keluar,” paparnya.

Shinta menjelaskan, tiap tanaman ungu punya ceritanya masing-masing. Pink celery, misalnya. Dia menjajal teknik semai cold stratification. Langkahnya mirip dengan menyemai di rockwool pada umumnya. Namun, media disimpan dalam kotak bekal yang disimpan di kulkas. Dia menyatakan, biji mulai berkecambah setelah enam hari. ”Padahal, kata teman-teman butuh sekitar 20 hari. Kalau mulai tumbuh, baiknya segera dipindah,” paparnya.

Menurut dia, bertanam seledri butuh kesabaran ekstra. Sebab, bumbu dapur itu baru bisa dipanen sekitar tiga bulan pascatanam. Sementara itu, untuk pemula, Shinta merekomendasikan pakcoy. Biji mulai germinasi setelah dua hari. Masa panen pun cepat, yakni 30–45 hari. Tanaman itu pun mudah dirawat.

”Pengalaman saya, pakcoy itu bandel. Saat hujan, ia kuat. Mirip seperti jenis sawi lainnya,” papar alumnus Arizona State University itu. Berdasar pengalamannya, pakcoy baiknya dipetik sesuai kebutuhan.

Dengan demikian, hasil panen bisa besar dan ”mekar” bak bunga. Shinta menjelaskan, panenan pakcoy yang ditanam secara hidroponik dan konvensional berbeda. Jika dipetik lewat waktu panen, pakcoy hidroponik lekas ”tua”. Sementara itu, yang ditanam di tanah awet segar lebih lama.

Kacang koro menjadi ”pendatang” baru di kebun Shinta. Sayur yang terbilang langka di pasaran itu tumbuh subur sejak ditanam pada pertengahan Mei. Biji kacang koro pink tersebut dia dapat dari barter dengan pekebun di Batam. ”Karena memang asli tropis, perawatannya lebih mudah. Ibaratnya, asal taruh saja, tumbuh. Tinggal ditambahkan trellis untuk rambatannya,” lanjutnya. Di usia tiga bulan, kacang tersebut sudah bisa dipanen.

Warna unik sayuran itu pun membuat pengalaman masak ikut berwarna. Pakcoy ungu dinilai Shinta tak jauh berbeda dengan ”versi” hijaunya. ”Ketika disayur, warna daunnya berubah hijau. Tapi, enggak luntur ke kuah,” paparnya. Sementara itu, menurut dia, pink celery punya rasa lebih mild dibanding seledri biasanya. ”Mungkin kalau iklimnya cocok, ia bakal besar seperti celery yang biasa dijus,” imbuhnya.




TIPS BERTANAM SAYUR DARI BIJI


(SHINTA AMALIA FOR JAWA POS)


Q&A

(SHINTA AMALIA FOR JAWA POS)

Penambahan pestisida dan pupuk bisa berdampak pada kondisi tanaman. Agar daun tak gosong, berikan pupuk atau pestisida di luar jam-jam panas. Misalnya, saat pagi, sore, atau malam.

(SHINTA AMALIA FOR JAWA POS)

Pupuk bisa diganti dengan pupuk kandang, kompos, pupuk cair, atau eco enzyme. Pestisida juga bisa digantikan dengan campuran bahan alami dan barang dapur. Misalnya, campuran neem oil, baking soda, dan sabun pencuci piring untuk aphid yang biasa menyerang pakcoy. Jika ada kutu putih, bisa dihilangkan manual jika jumlahnya belum banyak.

(SHINTA AMALIA FOR JAWA POS)

Tidak terlalu berpengaruh. Selama kebutuhan –seperti air, cahaya matahari, dan nutrisi– terpenuhi, maka tanaman akan tumbuh baik.
Editor : Perdana Bayu Saputra
#bertanam sayuran #gardening #dataran rendah