Philodendron Bipennifolium biasa dikenal sebagai Philodendron Kepala Kuda, mengingat bentuk daun ini seperti kepala kuda. Bentuk daun tergolong unik, pada bagian tengahnya mirip seperti tabung gitar atau biola yang meramping.
Berasal dari hutan hujan di wilayah Brazil maupun Argentina, tanaman ini tumbuh bersembunyi di sekitar perpohonan. Selain itu, merawat tanaman ini cukup mudah, sehingga cocok bagi pemula yang ingin mencoba hobi baru.
”Warna tanaman ini mulai dari daun hingga batangnya hijau cerah. Ukurannya cukup besar. Daun tanaman juga tampak glossy atau berkilau ketika terkena sinar matahari. Philodendron jenis ini bisa tumbuh hingga 25 sentimeter,” kata pemilik usaha tanaman hias Desa Ketelan, Banjarsari, Diah Istidewi kepada Jawa Pos Radar Solo.
Philodendron jenis ini merupakan tanaman hemi-epifit yang perakarannya berada di udara dengan bentuk kurus panjang. Habitat tanaman ini mirip seperti anggrek yang tumbuh dan merambat pada inang tertentu.
”Tanaman ini tumbuh merambat, jadi kalau sudah lumayan besar butuh inang. Soalnya biar nggak meleyot (miring tidak beraturan,Red) biasanya saya pakai turus serabut kelapa untuk tiang penyangganya. Itu nanti tanaman dan turus diikat jadi satu,” tambahnya.
Meski perawatannya cukup mudah, tetapi plant lovers tetap butuh perhatian khusus agar tanaman ini tumbuh subur.
”Philodendron Bipennifolium biasanya cukup disiram seminggu sekali jika di tempat yang teduh. Sedangkan jika diletakkan di tempat yang panas cukup disiram dua kali seminggu. Tanaman ini biasanya mendapat intensitas cahaya yang rendah, sehingga tidak dianjurkan untuk terkena paparan sinar matahari terus menerus. Sedangkan jika ingin diletakkan di dalam ruangan pastikan letakkan di dekat jendela transparan supaya terkena cahaya matahari tidak langsung. Intinya peletakan tanaman ini harus ditempat yang teduh,” tandasnya.
Memastikan tanaman tetap sehat dan tumbuh dengan baik, tentunya harus diberikan nutrisi yang cukup. ”Pemberian pupuk tanaman ini bisa diaplikasikan satu kali dalam sebulan. Bisa menggunakan semua jenis pupuk, misalnya, pupuk kandang, MPK, B1, dan sebagainya. Pupuk diberikan secara langsung pada tanaman,” ujarnya.
Di sisi lain, plant lovers juga bisa menggunakan media air sebagai alternatif lain media tanam Philodendron Bipennifolium. Jika ingin menggunakan media air, bisa diaplikasikan memakai vas bunga ataupun botol bekas.
”Untuk yang ingin budidaya tanaman ini, saya cukup memotong bagian batangnya lalu meletakkannya ke media tanam. Karena bagian batangnya terdapat akar, jadi kalau dipotong akan tetap tumbuh tanaman baru,” tambahnya.
Bicara soal peluang bisnis, Diah mengaku potensi usaha tanaman ini cukup menjanjikan. Dengan perawatan yang mudah dan mampu tumbuh di kondisi apapun. Serta sering diburu oleh pecinta tanaman hias, membuat penjual untung besar.
”Tanaman jenis ini biasanaya dijual dengan harga Rp 25.000 sampai Rp 75.000, untuk harga Rp 25.000 ukuran kecil. Sedangkan ukuran besar dibanderol dengan harga Rp 75.000. Penentuan harga jual juga tergantung jumlah dan lebar daun,” tandasnya. (mg4/adi/dam) Editor : Damianus Bram