Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Salman Alfarisi, Siswa asal Solo Masuk 100 Ketua OSIS Terbaik se-Indonesia

Damianus Bram • Kamis, 8 September 2022 | 15:00 WIB
Alat pembuat telor asin otomatis (kiri). Mahasiswa yang membuat alat pengasin telur otomatis. (ISTIMEWA)
Alat pembuat telor asin otomatis (kiri). Mahasiswa yang membuat alat pengasin telur otomatis. (ISTIMEWA)
RADARSOLO.ID - Di era serba modern ini, tak banyak anak muda yang masih memilih berkegiatan organisasi. Tapi tidak bagi Salman Alfarisi. Siswa asal Kota Bengawan ini selain berprestasi di bidang akademik, juga masuk daftar 100 ketua OSIS Terbaik di Indonesia. Seperti apa sosoknya?

SEPTINA FADIA PUTRI, Solo, Radar Solo

Bagi Salman Alfarisi, masa muda tidak datang dua kali. Banyak kesempatan emas yang sayang jika dilewatkan. Salah satunya, aktif di kegiatan organisasi sekolah. Menjabat sebagai ketua OSIS adalah pilihannya mengisi masa muda. Tekad yang kuat dan kedisiplinannya berhasil mengantarkannya masuk dalam jajaran 100 ketua OSIS terbaik di tanah air.

"Saya menikmati proses organisasi di OSIS dan mematok target pencapaian,” ujar siswa kelas XII SMA Al Azhar Syifa Budi Solo ini.

Awalnya, dia berkarir organisasi dengan bergabung menjadi anggota OSIS sejak kelas X. Kemudian di kelas XI Salman terpilih sebagai ketua OSIS. Di situlah karirnya di organisasi intra sekolah itu terus melonjak pesat dan aktif di Forum OSIS Surakarta (Forista).

Pencapaiannya ini tidak diraih secara instan. Faris rajin mencari informasi mengenai Forista ini. Hingga akhirnya dia mendaftar diri sebagai anggota dan berproses di organisasi tersebut dan terpilih menjadi ketua Forista. Sejak saat itu, dia semakin memperbanyak relasi serta meningkatkan komunikasi dengan teman-teman.

"Dari akses tersebut saya dapat info untuk masuk ke Forum OSIS Jawa Tengah. Dan akhirnya bergabung. Saya mendapatkan info lagi mengenai ada yang namanya ISLC 2022 yaitu program mengenai seleksi 100 ketua OSIS terbaik se-Indonesia. Itu adalah akses atau golden ticket untuk menjadi keanggotaan forum OSIS nasional dan itu," jelasnya.

Faris mengaku akses atau link yang luas turut membantunya dalam kegiatan berorganisasi. Informasi dari relasi-relasi juga yang mengantarkan Faris berkompetisi di ajang ketua OSIS terbaik se-Indonesia. Prinsipnya, carilah relasi dengan prestasi dan bangunlah relasi dengan prestasi. Keduanya saling berkesinambungan.

"Akhirnya saya menjadi 100 OSIS terbaik se Indonesia itu. Kemarin saya dilantik menjadi pengurus forum OSIS nasional di Jakarta," sambungnya.

Masuk dalam bagian 100 ketua OSIS terbaik di Indonesia memberi warna sendiri dalam perjalanan organisasi. Faris senang bisa bertemu dengan ketua OSIS dari berbagai daerah seperti Aceh, Kalimantan, Sumatera, hingga Papua. Menghadapi banyak perbedaan suku, ras, agama, dan bahasa. Namun perbedaan bisa dipersatukan oleh visi para pemuda yang ingin membawa forum OSIS nasional.

"Itulah yang menyatukan 100 ketua OSIS terbaik se-Indonesia. Perbedaan latar belakang itu bisa disatukan oleh visi. Saya juga belajar bagaimana bisa untuk critical thinking, saya belajar public speaking, dan terus belajar mengorganisasi beberapa orang," imbuhnya.

Kendati hanya organisasi lingkup sekolah, Faris menganggap OSIS tidak hanya sebuah organisasi. Dengan meningkatkan kemampuan secara maksimal di organisasi bagi dia OSIS menjadi tempat belajar. Dia bisa mengenal orang-orang baru yang haus akan ilmu dan memiliki pikiran yang berbeda. Baginya, OSIS adalah salah satu hal terbesar yang mengubah hidupnya.

"OSIS sudah membantu saya sangat banyak. Bisa mengubah Faris yang dulu menjadi Faris yang sekarang," tegasnya.

Faris menyebut sejak dulu OSIS dikenal sebagai organisasi yang kurang diminati oleh anak didik. Stigma ini juga sempat diterima Faris dari teman-temannya saat dia masuk ke OSIS. Tidak dipungkiri juga dia menerima predikat sebagai 'petugas sekolah'. Namun anggapan miring itu justru menjadi motivasi. Dia ingin membuktikan bahwa OSIS memberikan banyak benefit.

"Saat saya pegang  ketua OSIS, saya buktikan lewat proses, proyek apa yang bisa dilakukan dengan organisasi yang melibatkan para siswa, membangun komunikasi, dan interaksi yang baik antarsiswa. Menyatukan apa yang mereka butuhkan. OSIS bisa menjadi wadah atau ladang pengembangan diri siswa," bebernya.

Lewat organisasi sekolah OSIS, Faris banyak belajar dan mendapatkan pengalaman yang tidak ternilai untuk langkahnya ke depan. Dia pun memiliki pesan bagi para pelajar.

"Manfaatkanlah apa yang ada di sekitarmu dengan baik. Sebagai generasi muda harus bisa menunjukkan yang terbaik karena kita akan menjadi pemimpin bangsa. Bersusah-susah dahulu untuk bersenang-senang kemudian," ujarnya. (*/bun)  Editor : Damianus Bram
#Salman Alfarisi #Ketua OSIS Terbaik #Ketua OSIS Terbaik se-Indonesia #100 ketua OSIS Terbaik #SMA Al Azhar Syifa Budi