Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Padukan Konsep Tradisional-Modern: Limasan House, Solusi Pertahankan Nuansa Jawa

Damianus Bram • Minggu, 25 September 2022 | 17:00 WIB
MEMBANGGAKAN: Perpaduan rumah tradisional Jawa dengan furniture modern di Limasan House, Kawasan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Konsep ini meraih penghargaan bergengsi tingkat dunia. (M. IHSAN/RADASR SOLO)
MEMBANGGAKAN: Perpaduan rumah tradisional Jawa dengan furniture modern di Limasan House, Kawasan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Konsep ini meraih penghargaan bergengsi tingkat dunia. (M. IHSAN/RADASR SOLO)
RADARSOLO.ID - Selama ini, tak jarang pemilik hunian tradisional Jawa merasa kesulitan mendesain interior rumahnya. Bingung bagaimana cara menata rumah tradisionalnya agar tetap relevan dengan kebutuhan hidup modern? Desainer interior asal Kota Bengawan ini punya solusinya. Contohnya, Limasan House.

Sebagai seorang desainer interior, Lorca Langit Biru punya keresahan saat melihat banyak rumah tradisional Jawa yang tidak tergarap dengan baik. Khususnya dari segi desain interior. Ditambah lagi, kurangnya referensi kolaborasi konsep vintage dan modern dalam penataan rumah. Alhasil, tak sedikit pemilik hunian tradisional Jawa akhirnya memilih merobohkan bangunan aslinya. Kemudian membangun ulang rumah baru dengan konsep modern.

Photo
Photo
OTENTIK: Limasan House dari luar masih terlihat kental nuansa Jawa. (M. IHSAN/RADASR SOLO)

”Kalau sudah begitu kan sayang banget. Padahal rumah tradisional Jawa sangat bisa dipadukan dengan konsep modern. Jadi tetap bisa memenuhi kebutuhan pemilik hunian. Sekaligus mempertahankan rumah tradisionalnya,” ungkap Lorca kepada Jawa Pos Radar Solo di Limasan House miliknya di kawasan Colomadu, Karanganyar, kemarin (23/9).

Limasan House adalah realisasi desain Lorca yang membuktikan bahwa nuansa rumah tradisional Jawa, Limasan, yang kental dengan konsep vintage bisa berpadu dengan desain interior yang modern. Lorca mempertahankan fasad asli bangunan rumah limasan. Namun bergeser ke dalam rumah, konsep modern sudah langsung terlihat. Sehingga saat memasuki teras rumah, pemilik hunian disuguhkan gradasi nuansa konsep dari tradisional menuju modern.

Photo
Photo
DAPAT PENGHARGAAN: Lorca Langit Biru, desainer Limasan House. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

”Saya menata dan memadukan furniture tradisional dengan desain furniture modern di bagian depan rumah ini. Area depan rumah yang sangat luas bisa digunakan sebagai ruang untuk bersantai, berkumpul dan bersosialisasi dengan kerabat, hingga menerima tamu. Nah, ketika masuk ke dalam ruangan belakang rumah, nuansa rumah sudah berubah menjadi rumah modern,” bebernya.

Nah, untuk memunculkan kesan clean dan minimalis di ruang bagian belakang ini, Lorca membuat sekat ruangan yang menutupi tiang dan kolom bangunan. Dilengkapi dengan jendela kaca yang lebar di dinding ruangannya. Mengisi ruangan, Lorca hadirkan sofa dan set meja kursi yang bernuansa modern, untuk menambah kenyamanan ruangan.

”Saya sengaja mendesain ulang jendela dalam rumah Jawa. Biasanya kan bentuknya kecil-kecil. Di sini saya ubah jadi jendela kaca yang besar. Jadi bisa memberi pencahayaan ruang yang lebih baik di bagian belakang rumah. Sekaligus sirkulasi udara yang lebih besar,” jelasnya.

Alasan lainnya, Lorca menyebut rumah tradisional Jawa selalu identik dengan kesan angker. Karena seringnya terlihat gelap dan singup. Padahal permasalahannya hanya pada kurangnya pencahayaan saja. Nah, dengan beberapa penyesuaian di bagian jendela rumah, maka nuansa angker itu bisa lenyap. Hasilnya, ruangan jadi terasa lebih terang, lebih lega, dan nyaman.

Photo
Photo
NYAMAN: Bagian dalam Limasan House menunjukkan gradasi nuansa konsep dari tradisional menuju modern. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

”Limasan House ini kalau kita melihat dari luar, rumahnya nampak seperti rumah limasan pada umumnya. Tapi saat memasuki bagian dalam, nuansanya berubah menjadi rumah yang minimalis. Jadi tetap relevan dengan kehidupan modern dan menjaga privasi dari pemilik rumah,” ujarnya.

Lorca berharap karyanya bisa menjadi referensi penataan desain interior rumah tradisional Jawa yang masih mempertahankan nuansa tradisionalnya. Dengan penyesuaian di interiornya agar relevan dengan kebutuhan kehidupan modern.

”Semoga makin banyak pemilik rumah tradisional Jawa yang mau mempertahankan bentuk asli rumahnya. Sebagai upaya pelestarian tradisi asli Jawa, tanpa harus kehilangan kenyamanan dan fungsi dari rumahnya,” jelasnya.

Desain interior Limasan House ini tak hanya memberi solusi bagi pemilik hunian tradisional Jawa. Tapi sekaligus meraih penghargaan di ajang Good Design Award untuk kategori Architectural Design-Interior Design 2022. (aya/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Rumah Tradisional Jawa #Lorca Langit Biru #Limasan House #Rumah Tradisional Jawa Modern