Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Kreasi Kulit Jagung dan Serabut Kelapa, Dibuat jadi Bunga hingga Boneka

Damianus Bram • Minggu, 6 November 2022 | 19:00 WIB
KREATIF: Berbagai kreasi UMKM Jatiroyo Berkarya Mandiri yang terbuat dari kulit jagung hingga serabut kelapa. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
KREATIF: Berbagai kreasi UMKM Jatiroyo Berkarya Mandiri yang terbuat dari kulit jagung hingga serabut kelapa. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Kulit jagung biasanya akan dibuang. Tapi tak banyak yang tahu, ternyata lembaran pembungkus tongkol jagung tersebut bisa disulap menjadi bunga-bunga cantik. Bahkan pengrajinnya bisa menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah.

Selain digunakan sebagai bungkus makanan khas daerah ataupun untuk bungkus tembakau yang dijadikan sebagai rokok.

Lembaran kulit jagung atau biasa dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan klobot, ternyata juga bisa dikembangkan menjadi sebuah kreasi kerajinan tangan. Bahkan bisa mendatangkan cuan yang cukup menggiurkan.

Seperti yang dilakukan oleh sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam UMKM Jatiroyo Berkarya Mandiri (JBM). Melihat banyaknya kulit jagung yang banyak dibuang, beberapa ibu-ibu di wilayah tersebut akhirnya bisa memaksimalkan dengan baik.

"Bahan ini sangat melimpah, karena rata-rata petani disini semua menanam jagung. Kami mikir, bagaimana caranya klobot itu tidak sia-sia dengan hanya dibuang saja. Kemudian kami belajar dan setelah itu mengajak ibu-ibu untuk bersama-sama membuat kreasi tersebut," ucap Ketua UMKM JBM Sriatun.

Awal pembuatan kreasi dari klobot ini diubah menjadi miniatur bunga. Ini cocok dipajang sebagai hiasan dinding atau hiasan meja kerja.

Membuat kreasi ini bisa membutuhkan waktu satu hingga dua hari pengerjaan. Semua tergantung bentuk dan kerumitannya. Prosesnya pun cukup Panjang. Mulai dari pengeringan lembaran klobot, pewarnaan, hingga membuat komponen lembaran tersebut jadi sebuah bentuk bunga.

"Membuatnya itu susah-susah gampang, karena butuh ketelitian dan kejelian. Yang lama itu kadang untuk pengeringan dan pewarnaannya. Merangkainya gampang karena tinggal pasang saja," terang wanita yang akrab disapa Atun tersebut.

Tidak hanya klobot, UMKM JBM juga mencoba untuk berkreasi dengan serabut sisa bekas kulit kelapa. Ini digunakan sebagai bahan untuk membuat mainan boneka hingga jadi gantungan kunci.

"Untuk kreasi dari klobot yang kami bentuk menjadi bunga atau kembang itu dibandrol dengan harga mulai dari Rp 15.000 sampai dengan Rp 50.000. Sedangkan untuk kreasi dari serabut bekas sisa kulit kelapa (sepet), kita jual dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 10.000," pungkasnya.

Dari hasil kreasinya, UMKM JBM bahkan sukses menjadi juara pertama dalam lomba menghias payung sempat diraih. Tepatnya dalam event Festival Payung yang digelar oleh Pemerintah Kota Surakarta belum lama ini. Payung terbuat dari bahan kulit jagung berhasil dibuat UMKM JBM.

"Alhamdulillah, kemarin kami bisa menjuarai lomba untuk kreasi payung di Solo. Dan hasil tersebut akan menjadi pemicu kami untuk terus berkreasi dengan klobot," paparnya. (rud/nik) Editor : Damianus Bram
#Kreasi Serabut Kelapa #Kreasi Kulit Jagung