SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Radar Solo
Dadakan namun cukup meriah. Itulah gambaran surprise party yang dihelat oleh pemkot, kerabat, dan handaitaulan yang dekat dengan sosok Waldjinah. Acara yang dipersiapkan dalam sepekan itu akhirnya membuat sang maestro keroncong itu tersenyum lebar kala dihadiahi sebuah nasi tumpeng dan kue sambil dinyanyikan lagu khas ulang tahun.
“Apresiasi yang luar biasa untuk ibu,” kata Waldjinah dengan haru.
Waldjinah yang hadir mengenakan kebaya warna ungu itu masih tampak menawan sudah berusia senja. Kehangatan kerabat dan orang-orang yang hadir malam itu pun membaut Waldjinah yang duduk di atas kursi roda terlihat semringah.
“Ini hari yang sangat membahagiakan karena dirayakan bersama pemerintah, seniman Solo, dan semuanya,” kata Waldjinah.
Meski sudah tidak muda, semangat si Walang Kekek dalam melestarikan musik keroncong tetap tidak bisa dianggap remeh. Prestasi-prestasi yang diraih mulai dari Juara Festival Ratu Kembang Katjang, Bintang Radio di 1985, AMI Award di 2013 dan 2017, hingga yang terbaru Widyatama Parasamya Anugraha Budhaya di 2021 lalu menjadi bukti totalitas dia di jalur musik keroncong.
“Kuncinya semangat dan selalu jaga kesehatan. Ibu juga masih bisa menyanyi walau hanya satu dua lagu,” beber dia.
Dalam 67 tahun berkarir, ratusan nominasi dan prestasi mentereng dalam dunia musik keroncong dan budaya telah diraih hingga menjadikannya seorang legenda musik keroncong di Indonesia. Meski sudah tidak seaktif dulu, prestasi dan apresiasi pada sosok Waldjinah tak habis-habisnya diberikan oleh masyarakat.
Salah satunya dengan terbitnya Biografi Waldjinah, Sang Diva Melintas Zaman yang ditulis oleh penulis bernama Hei Nugroho. Buku ini berisi perjalanan karir Waldjinah, mulai dari belajar keroncong hingga menjadi legenda musik keroncong Indonesia.
Tek berhenti di sana, sutradara kondang tanah air, kini sedang dalam proses casting untuk pembuatan film Waldjinah. Bahkan Desember nanti dia dijadwalkan menerima Bintang Mahaputra (Satya Lencana Kebudayaan) dari Presiden Joko Widodo.
“Terimakasih, semoga selau diberi kesehatan dan terus bisa melestarikan musik keroncong,” hemat Waldjinah.
Sederet prestasi mentereng itu bakal makin sempurna jika Waldjinah bisa mewujudkan keinginannya dalam hal pelestarian budaya. Di usianya ke-77 ini sang Ratu Keroncong pengin sebanyak mungkin membagikan ilmu dan pengalamannya kepada generasi muda.
Untuk mewujudkan cita-citanya ini dia ingin membuka tempat kursus berlatih musik keroncong secara formal. Tempat kursus itu akan dia dedikasikan untuk mengabdi kepada negara dengan memberikan pelatihan kepada siapa saja yang ingin menekuni music keroncong tanpa ditarik biaya. Dengan demikian regenerasi musik keroncong bisa semakin baik sehingga keroncong bisa eksis hinggga masa-masa mendatang.
“Pengin bikin kursus buat anak-anak, jadi bisa berlatih keroncong dengan baik. Keinginan lainnya membuat museum batik,” tutur Waldjinah. (*/bun) Editor : Damianus Bram