TAK harus bertumpah darah untuk menjadi sesosok pahlawan. Ketua Umum Putri Surakarta FC Dede Irawan misalnya. Pria kelahiran 18 September 1991 ini berkomitmen dalam pembinaan atlet sepak bola wanita.
Perjuangan Dede Irawan memoles talenta sepak bola wanita di eks Karesidenan Surakarta tidak sia-sia. Dia boleh berbangga karena anak didiknya kini sudah banyak yang go nasional. Contohnya, dua penggawa Putri Surakarta Sela Sevian dan Bunga Syifa. Mereka sempat mendapat undangan training center (TC) timnas di Jakarta.
Pemain besutan Dede lainnya juga mengisi jejeran kursi Persis Women. Di antaranya Dera Seviola, Herrawati Nur Permata Depy, dan Yasmin Qurrotaayun. Hingga kiper Diah Ayu Wardani. Prestasi para atlet ini semakin memacu Dede terus semangat membina para talenta muda. Dan semua itu dilakukan secara gratis.
“Kalau kata orang, uang bisa dicari lagi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo ketika ditemui di Lapangan Jajar, Rabu (9/11).
Sempitnya dunia sepak bola membuat Dede berpikir bahwa sesuatu yang sulit bisa dimulai dari yang mudah. Dia menginginkan sepak bola ini bisa dilakukan oleh semua orang tanpa memikirkan biaya yang memberatkan.
“Saya mulai kampanye dari yang mudah dulu. Bagi siapapun yang mau belajar sepak bola, silakan datang ke Putri Surakarta. Boleh gabung, boleh juga hanya latihan. Mengingat pembinaan sepak bola wanita masih terbatas. Kami terbuka untuk latihan bersama. Cukup konfirmasi saja,” beber pria kelahiran Ciamis ini.
Secara rutin, Putri Surakarta berlatih empat kali dalam sepekan. Yakni Rabu, Jumat, Sabtu, hingga Minggu di Lapangan Jajar. Selain skill, mereka juga akan diajarkan bagaimana menjadi atlet yang beradab. Tidak hanya dari Solo dan sekitarnya. Namun, ada juga yang dari Magetan bahkan Medan.
“Dengan mereka jauh-jauh datang ke kami, itu sudah luar biasa,” ungkapnya.
Begitu pula dengan pelatih, siapa saja yang mau mengamalkan ilmunya dipersilakan untuk melebur. Namun, sejak awal Dede sudah memberitahu bahwa semua ini dilakukan secara gratis.
“Saya bersyukur para pelatih Putri Surakarta merupakan golongan orang yang peduli. Mereka berkomitmen untuk memprioritaskan anak-anak. Bahkan mereka tidak mau dibayar. Tapi apresiasi tetap saya usahakan,” tambahnya.
Sejatinya klub ini sudah ada sejak 2015, pendirinya itu Wisnu dan Reni. Namun kala itu Putri Surakarta hanya muncul setiap ada pertandingan saja. Mulai 2017, klub dikelola oleh Dede.
Awalnya Dede hanya bersama Maya Susmita. Seiring berjalannya waktu, eksistensi Putri Surakarta kian menarik perhatian sejumlah pelatih. Termasuk, Adrianus Yohanes Paulus Lefitar, Ari Guntur Dewanto, Jepri Sisri Simarmata, dan Rony Hidayat.
“Kami masih berkampanye agar sepak bola wanita bisa menjamur perlahan. Para pelatih aware terhadap hal tersebut. Mereka belajar dan menyalurkan ilmu. Inilah beruntungnya Putri Surakarta. Mereka tanpa dibayar sudah bertanggung jawab lebih,” pungkasnya.
Tentu bukan seperti membalikkan telapak tangan untuk mencapai titik ini. Dede lewati banyak tantangan. Apalagi jika ada pertandingan away. Kadang dia harus merogoh koceknya sendiri. Namun Dede yakin apa yang diikhlaskan akan membuahkan hasil yang baik. Buktinya, kini semakin banyak yang peduli kepada timnya.
“Kadang ada orang baik yang memberikan dana. Itu kami maksimalkan untuk kebutuhan tim. Kadang orang tua anak-anak juga membantu,” tambahnya.
Saat ini, Putri Surakarta mulai beranjak ke legalitas klub. Sejauh ini memang belum ada sponsor utama yang menyokong. Tetapi mereka bakal terbuka terkait hal tersebut. Mereka akan tetap fokus untuk pembinaan. Saat ini sejumlah 50 atlet menggantungkan hobi beserta cita-citanya di Putri Surakarta.
Tak berhenti di situ, Dede juga membangun klub di Jakarta bersama Wisnu Wibowo. Konsepnya sama seperti di Solo. Dede saat ini memang fokus di pembinaan sepak bola wanita. Demi menunjukkan keseriusannya, dia mengambil pendidikan S3 sport science di Universitas Negeri Yogyakarta. Fokusnya pada penelitian sepak bola wanita. (nis/bun)
DEDE IRAWAN
Tempat Tanggal Lahir
Ciamis, 18 September 1991
Aktivitas
Pengelola Klub Putri Surakarta.
- Siapa saja yang ingin menjadi pemain sepak bola wanita boleh bergabung tanpa dipungut biaya.
- Pemain berasal dari Solo dan sejumlah kota lain
- Beberapa binaan telah direkrut klub Persis Women dan diundang ke timnas putri