Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kerajinan Tangan Anyaman Lidi, Kembangkan Kreasi Agar Tetap Berproduksi

Damianus Bram • Minggu, 13 November 2022 | 19:00 WIB
KREATIF: Roisah, warga Karanganyar yang membuat kreasi kerajinan dari bahan baku lidi dalam sebuah pameran (kiri). Kreasi Roisah berbentuk piring, vas bunga, dan tempat menaruh pulpen. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
KREATIF: Roisah, warga Karanganyar yang membuat kreasi kerajinan dari bahan baku lidi dalam sebuah pameran (kiri). Kreasi Roisah berbentuk piring, vas bunga, dan tempat menaruh pulpen. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Daun kelapa jadi salah satu bahan untuk menjadi lidi.  Selain bisa dimanfaatkan untuk menjadi alat pembersih sapu, ternyata beberapa kerajinan juga bisa menggunakan daun kelapa sebagai media dasarnya.

Roisah, warga Dusun Sengon, Kelurahan Gayamdompo, Karanganyar mengembangkan bisnis kerajinan dari bahan baku lidi. Dia terus berinovasi dari bahan baku lidi. Biasanya kalau tidak dijadikan sapu, lidi akan dirangkai menjadi piring. Namun Roisah membuat kreasi yang lebih unik dari itu.

"Sudah hampir tiga tahun jarang membuat piring dari lidi, karena pesaingnya sudah semakin banyak. Saat ini saya berinovasi untuk membuat bentuk lain, seperti vas bunga, tempat menaruh pulpen, keranjang pakaian yang bisa juga dibalik menjadi sebuah meja, lampu hias, keranjang buah, dan beberapa jenis pot bunga untuk menghias ruangan," terang Roisah.

Dia mengakui sudah membuat kerajinan dari lidi sejak 2000. Roisah mengakui, awalnya dia membuat kerajinan dari lidi belajar dari sang  kakaknya di Lampung.

Akhirnya dia ikut pelatihan dari pemerintah setempat untuk membuat kreasi dari bahan baku lidi.

Setelah mendapatkan ilmu tersebut, kemudian dia mengembangkan bersama suaminya Kabupaten Karanganyar untuk jadi bisnis keluarga.

"Awalnya pesanan bentuk piring sangat ramai, sampai beberapa pasar  saya kirimi. Tapi makin kesini, banyak pesaingnya ternyata. Tapi saya tidak menyerah. Saya mencoba berkreasi dengan berbagai bentuk yang lain. Untuk bentuk piring saya sekarang jarang membuat, kecuali kalau ada pesanan. Makanya yang saya butuhkan saat ini adalah ide kreasi dan inovasi agar tetap bisa berkreasi," ungkapnya.

Roisah mengakui selain inovasi, kendala yang dihadapinya adalah soal bahan baku. Karanganyar cukup sulit mendapatkan bahan baku lidi, karena jauh dari pantai. Roisah mengakui cukup sering mengambil bahan baku lidi ke Pangandaran, Jawa Barat.

"Kalau di wilayah dekat sini tidak ada. Paling saya minta dari teman, atau keluarga kebetulan ada yang di Pangandaran. Saya minta untuk  mengumpulkan lidi-lidi, dan selanjutnya dikirim ke Karanganyar. Kalau tidak, ya saya langsung ambil sendiri kesana (Pangandaran, Red)," papar Roisah.

Di lain sisi, kreasi anyaman lidi buatannya juga bervariasi. Mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 150.000. Tergantung bentuk dan ukuran. (rud/nik) Editor : Damianus Bram
#kerajinan dari lidi #Anyaman Lidi #Kerajinan Tangan Anyaman Lidi