ADI PRASETYAWAN, Karanganyar, Radar Solo
Jarum jam menunjukkan pukul 12.30, Rabu (16/11). Sejumlah pegawai diskominfo sedang memantau layar besar di ruang Sambernyawa Information Center. Mereka sesekali juga memantau gadget di tangan. Ada yang membaca cuitan di akun twitter @karanganyarkab. Di dalamnya ada aduan terkait jalan rusak dari masyarakat.
Tegar Tuanggana, salah satu admin medsos layanan aduan diskominfo mengatakan, tren aduan saat ini terkait jalan rusak. Dalam sehari, dia harus rutin membuka akun medsos yang dia kelola. Ada banyak aduan yang masuk. Kemudian diteruskan ke dinas terkait.
”Misalnya jalan rusak itu diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Setelah ada feedback dari DPU, kami teruskan ke pengadu. Bisa juga aduan itu langsung disampaikan ke dinas terkait,” beber Tegar.
Contoh lain aduan, lanjut Tegar, seperti penerangan jalan umum yang mati. Kemudian tindak asusila anak muda yang kedapatan pacaran di tempat umum, lalu diteruskan ke satpol PP. Ada pula terkait air PDAM yang mampet.
”Pernah juga mendapat aduan soal masalah pribadi. Ada aduan warga yang menuduh suaminya berselingkuh dengan pegawai pemkab, tapi setelah ditelusuri di dinas terkait ternyata itu tidak benar,” imbuhnya.
Bahkan, sesekali dia juga mendapatkan aduan hal-hal sepele. Misalnya keluhan terkait keberadaan kucing liar di sekitar rumah si pengadu. Kemudian ada warga yang keberatan jalan di depan rumahnya dipakai tetangganya untuk berjualan angkringan. Meski hanya sepele, seluruh aduan itu tetap ditanggapi dengan baik.
”Tidak jarang ada yang sampai mengumpat karena merasa kurang puas dengan jawaban dari dinas. Tapi saya berusaha untuk tidak terpancing emosi, karena ini bagian dari pelayanan ke masyarakat,” terangnya.
Tegar bersyukur kerja kerasnya dalam mengelola layanan aduan membuahkan hasil. Pemkab Karanganyar mendapatkan peringkat 2 se Jawa Tengah dalam hal Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N). Terlebih hasil ini juga diapresiasi Bupati Karanganyar Juliyatmono.
”Kami berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Karena sekarang era digital, kami mengimbau masyarakat bijak menggunakan media sosial,” tandasnya. (*) Editor : Damianus Bram