Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Khanza Selamat dalam Dekapan, Reni Sempat Minum Air Kolam

Damianus Bram • Rabu, 23 November 2022 | 15:00 WIB
AJAIB: Khanza, 18 bulan, tertidur pulas di kamar ditunggui neneknya Sukini. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
AJAIB: Khanza, 18 bulan, tertidur pulas di kamar ditunggui neneknya Sukini. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Kecelakaan minibus rombongan penjenguk bayi di Nguntoronadi, Wonogiri Senin (21/11) malam menyimpan cerita dari para penumpang selamat. Mulai dari bayi 18 bulan selamat hingga hampir tewas karena sulit bernapas.

IWAN ADI LUHUNG, Wonogiri, Radar Solo

Adifa Dania Khanza, bayi berumur 18 bulan ini masih terlelap tidur di kamar. Jawa Pos Radar Solo pun memilih tidak terlalu mendekat dan tidak berbicara terlalu keras. Khawatir membangunkan tidurnya.

Khanza, begitu keluarga bayi itu memanggilnya, merupakan salah satu dari rombongan minibus yang mengalami kecelakaan di Dusun Kepuh Kulon, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi Senin malam (21/11). Khanza dibawa oleh Sukini, 55, neneknya untuk ikut menjenguk bayi.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo ini, rombongan berangkat dari Desa Kulurejo menuju Desa Bumiharjo sekitar pukul 18.30. Sukini menggendong Khanza di pelukannya. Saat itu, ibu Khanza, Putri Noviatasari masih bekerja di Sukoharjo.

Semua terasa baik-baik saja sampai rombongan itu dalam perjalanan pulang ke Dusun Bendungan, Desa Kulurejo. Kecelakaan maut itu terjadi.

"Saat kejadian itu jalannya menanjak. Sudah mau sampai jalan raya. Tapi akhirnya minibus ngglondor (mundur), terguling ke kanan," kata dia.

Minibus itu kemudian jatuh ke kolam ikan. Kecelakaan itu mengakibatkan delapan orang penumpang meninggal dunia. Beruntung, Sukini hanya mengalami luka ringan. Ajaibnya, Khanza tak mengalami luka apapun. Saat itu, Khanza duduk di pangkuan Sukini. Posisinya, duduk di bagian depan di samping sopir.

"Saat kejadian, langsung saya dekap. Bahu kanan saya tidak tahu terbentur apa, masih sakit. Kalau dia (Khanza) tidak menangis, cuma diam saja anaknya tidak tidur," papar Sukini.

Padahal saat bus ngglondor, semua penumpang panik. Bahkan ada yang berteriak histeris. Namun bocah itu hanya terdiam. Hingga akhirnya bus masuk ke dalam kolam. Dia meminta tolong kepada orang yang ada di luar minibus. Khanza ditolong terlebih dahulu. Setelah itu, dia baru keluar dari jendela di kanan bus yang ada di belakang kursi sopir.

"Saya basah kena air. Kemudian dibawa ke gubuk di sekitar lokasi. Saya mikirnya cuma satu waktu itu, cucu saya dan saya selamat dulu. Kondisinya gelap karena malam," terang Sukini.

Kemudian, dia sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Hermina Wonogiri. Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 dia dibawa pulang ke rumahnya di Dusun Bendungan, Desa Kulurejo.

Ibu Khanza, Putri Noviatasari mengaku sempat mendapat firasat buruk saat sedang bekerja. Perempuan 25 tahun itu kemudian mendapatkan informasi dari salah satu temannya bahwa ada kecelakaan minibus yang membawa ibu dan anaknya.

Kaget, Putri langsung pulang untuk memastikan kondisi mereka. Dia sempat ke lokasi kejadian dan ternyata ibu dan anaknya dibawa ke RS Hermina Wonogiri.

"Anak saya tidak terluka setelah dicek di rumah sakit. Aman luar dalam," kata Putri.

Korban selamat lainnya, Reni Utami sempat berbagi cerita saat masih di atas bed RS Hermina Wonogiri. Dia mengatakan, peristiwa itu terjadi saat minibus hendak menanjak. Hingga akhirnya minibus itu mundur.

"Di belakang, deretan saya banyak orang tua," kata perempuan asal Dusun Bendungan RT 02 RW 01 Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi ini.

Diketahui, minibus itu akhirnya tercebur ke kolam. Reni mengaku tak mengetahui secara pasti apakah minibus masuk ke kolam atau sungai. Sebab, kondisi saat itu gelap.

"Yang jelas saya minum air kolam itu sampai nggak bisa bernapas. Badan basah kuyup," kata Reni.

Reni mengatakan, sebenarnya sopir minibus telah disarankan oleh para penumpang agar tak lewat jalan itu. Saat berangkat, sopir juga sempat bingung lokasi tujuan.

"Waktu nggak kuat menanjak itu minibus nggereng. Semua panik, ada yang berdiri akhirnya terguling. Saya sempat tertimpuk banyak orang. Sampai minum air tidak bisa napas," papar Reni. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#Kecelakaan minibus #Khanza #Adifa Dania Khanza #kecelakaan di Dusun Kepuh Kulon