Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Merawat Baby Iguana, Kualitas Kesehatan Ditentukan Ukuran Ekor

Damianus Bram • Minggu, 27 November 2022 | 20:00 WIB
DIAWETKAN: Rikho Jerikho bersama latimeria menadoensis di Museum Zoologi Bogor beberapa tahun lalu.
DIAWETKAN: Rikho Jerikho bersama latimeria menadoensis di Museum Zoologi Bogor beberapa tahun lalu.
RADARSOLO.ID - Beauty contest banyak digelar komunitas pecinta reptil. Salah satunya kontes iguana. Ini mendorong bermunculannya para keeper. Tidak sedikit yang memelihara iguana baru menetas, alias usia baby.

Merawat baby iguana jauh lebih rumit dibandingkan yang dewasa. Karena fisiknya lebih rentan dengan kemampuan adaptasi lebih lama. “Butuh perawatan ekstra,” ujar Pandu Perdana, peternak iguana, Sabtu Jumat (25/11).

Warga Kampung Balong Baru RT 05 RW 18 Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari ini sudah delapan tahun menggeluti budi daya iguana. Berawal dari memelihara satu pasang iguana dewasa yang kemudian dikawinkan, dan berhasil.

"Iguana bertelur sekali dalam setahun. Musim birahinya antara Mei-Juli. Nanti Agustus-November biasanya bertelur dan menetas 100 hari kemudian,” ungkapnya.

Tahapan pertama penetasan adalah dirobeknya cangkang telur oleh baby iguana. Setelah itu, baby iguana dipindahkan ke wadah yang lain dengan alas koran dan diberi sedikit air.

Pemberian makan kali pertama  dilakukan setelah baby iguana mengeluarkan feses. Berupa sayuran hijau yang dipotong kecil dan bertekstur lunak. Antara lain daun kangkung dan lainnya," ujar dia.

Permasalahan utama baby iguana adalah pencernaan. Sebab itu, treatment jemur dan rendam harus tepat. Setiap pagi, baby iguana wajib di rendam dengan sedikit air dan dijemur di bawah sinar matahari pagi selama 15-20 menit.

Fungsi rendam dan jemur ini membantu baby iguana untuk minum dan buang air besar. Setelah buang air dan dijemur, baby iguna dipindah ke wadah lain dengan sirkulasi udara yang baik sembari diberi makan.

"Iguana yang sehat bisa dilihat dari ekornya. Kalau gemuk pasti sehat, kalau kurus dan keriput, harus jadi perhatian karena rawan kena penyakit,” ungkapnya.

Iguana cenderung mudah interaksi dengan manusia, sehingga risiko tergigit atau tercakar, rendah. Selain itu, iguana merupakan reptil pemakan tumbuh-tumbuhan, sehingga kotorannya tidak begitu berbau.

Soal harga, baby iguana hijau, merah (jenis normal) dibanderol antara Rp 100 ribu-Rp 300 ribu per ekor tergantung kualitasnya. Untuk albino (dari jenis hijau) per ekornya di atas Rp 800 ribu, sedangkan jenis snow, varian albino dari jenis biru bisa sampai Rp 3,5 juta per ekor. (ves/wa) Editor : Damianus Bram
#Baby Iguana #pecinta Baby Iguana #Merawat Baby Iguana #Baby Iguana Contest