SEPTINA FADIA PUTRI, Solo, Radar Solo
Kali pertama orang di luar kerabat Pura Mangkunegaran menggelar resepsi di pendapa ageng harus ada sejumlah aturan adat yang harus diikuti oleh Kaesang Pangarep dan Erina S Gudono. Nah, tim dekorasi pun harus memutar otak untuk mencari cara menghias lokasi resepsi ini tanpa menabrak pakem yang ada.
"Set panggung pelaminan di Pura Mangkunegaran nanti akan menghadap ke timur. Karena kedua mempelai dilarang membelakangi pringgitan," ungkap Owner Asmoro Decoration Ranu Asmoro yang dipercaya membuat dekorasi ngunduh mantu pernikahan Kaesang-Erina kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin (1/12).
Dia menjelaskan, letak pringgitan berada di sebelah utara. Alhasil dalam pakem adat Pura Mangkunegaran, dilarang menutupi pringgitan sebagai akses masuk menuju pendapa ageng. Jadi pelaminan tidak dipasang di sebelah utara.
"Kami letakkan di sisi barat menghadap ke timur dengan pertimbangan alur tamu biar lebih teratur. Tidak ada filosofi khusus kenapa menghadap timur," sambungnya.
Sebagai informasi, pringgitan adalah bangunan penghubung antara Pendapa dengan omah atau rumah utama. Fungsinya, sebagai lorong untuk jalan masuk ke rumah. Dalam pakem adat Pura Mangkunegaran, setiap acara atau kegiatan di pendopi dilarang memberlakangi Pringgitan. Karena merupakan rumah raja Mangkunegaran.
"Tak hanya mempelai yang dilarang membelakangi pringgitan. Para tamu juga. Nanti para tamu yang duduk diwanti-wanti tidak membelakangi pringgitan tempat singgasana dari raja. Jadi tamu duduknya dari timur menghadap barat," beber Art Director Asmoro Decoration Pandji Vasco Da Gama.
Larangan lainnya, tidak boleh memindahkan gamelan yang ada di Pendhapa Ageng Pura Mengkunegaran. Kecuali digeser, boleh. Di pendapa, tersimpan gamelan pusaka dan legendaris, yakni Kyai Kenyut Mesem, Kyai Seton, dan Kyai Lipur Sari. Kyai Lipur Sari merupakan gamelan terbaru. Gamelan ini ditabuh setiap Rabu untuk mengiringi latihan tari dan seni pertunjukan bagi wisatawan.
"Ada gamelan Kyai Seton. Gamelan ini umurnya lebih dari 100 tahun. Kyai Seton ditabuh pada Sabtu untuk mengiringi upacara-upacara adat," sambungnya.
Pandji menegaskan, pernikahan Kaesang dan Erina di Pura Mangkunegaran tidak ada acara adat apapun. Seluruh prosesi adat ngunduh mantu akan digelar di Loji Gandrung, rumah dinas wali kota. Di sana, keluarga dan kedua mempelai melakukan foto bersama dan acara prosesi adat. Seperti pasrah tinampi, sungkeman, tumplak punjen, dan udik-udik. Sekaligus kirab dari Loji Gandrung menuju Pura Mangkunegaran yang jaraknya sekitar 3 kilometer (km).
"Udik-udik itu untuk warga, kan isinya uang logam, beras kuning, dan rempah-rempah dengan berbagai harapan. Muatannya itu disebarkan untuk masyarakat. Nanti ada tradisi begalan juga di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Iring-iringan kirab akan dimulai oleh rombongan abdi dalem Pura Mangkunegaran diikuti 10 kereta kencana," ujar dia. (aya/bun/dam) Editor : Damianus Bram