SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Radar Solo
Ranu Asmoro merupakan sosok kunci dari indahnya dekorasi pernikahan keluarga Presiden Joko Widodo. Mulai pernikahan putra sulungnya Gibran Rakabuming-Selvi Ananda, kemudian Kahiyang Ayu-Bobby Nasution, hingga pernikahan putra bungsu Kaesang Pangarep-Erina S Gudono pada 11 Desember nanti.
Owner Asmoro Decoration itu bahkan dianggap sebagai trend setter untuk dekorasi Jawa kontemporer yang menggabungkan nuansa klasik dekorasi Jawa dengan berbagai gebrakan unik dalam sentuhan dekorasinya.
Pencapaian ini tentu tidak didapat dalam waktu singkat namun lewat proses belajar selama 14 tahun terakhir. Pada 2000 silam, Ranu yang kala itu baru lulus SMA langsung memutuskan hijrah ke Kota Bengawan untuk mencari pekerjaan.
Kondisi ekonomi keluarga mengharuskan dia merantau dan mencari pekerjaan. Singkat cerita, pemuda asal Wonogiri itu melamar ke salah satu perusahaan dekorasi milik Panji Vasco da Gama.
“Kebetulan dipertemukan dengan Mas Panji (owner Matahati Decoration). Karena saya bisanya hanya gambar akhirnya waktu daftar kerja itu saya sodorkan gambar wayang. Sejak itu saya mulai bekerja dengan di sana selama delapan tahun,” kenang Ranu.
Bekerja di Matahati Decoration itu jadi satu-satunya pekerjaan yang dia lakukan usai lulus SMA. Dengan ketelatenan dan semangat menjadi lebih baik Ranu mengembangkan berbagai kemampuan dalam seni dekorasi. Tak hanya itu, gaya kepemimpinan di perusahaan tempat dia bekerja selalu memberi kepercayaan kepada pegawai. Baik ide dekorasi sampai pemimpin project.
“Saya belajar banyak dari Mas Panji. Karena dekor yang dibuat itu memang hanya sekali pakai. Makanya ide itu harus selalu baru karena orderan dekorasinya memang selalu tematik yang belum pernah dikerjakan,” ujar dia.
Merasa cukup di dunia dekorasi, Ranu pindah bidang pekerjaan jadi perangkai bunga. Dia sengaja untuk alih profesi dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan agar menjadi lebih baik dalam dunia dekorasi. Empat tahun jadi pegawai orang dalam seni merangkai bunga, dia memutuskan untuk memulai pencariannya sendiri.
Mula-mula pekerjaan mendekor kecil-kecilan diambil. Mulai dari ulang tahun hingga acara yang lebih formal. Selang beberapa tahun kemudian, Ranu mendirikan Asmoro Decoration dan terus tumbuh jadi vendor ternama di Kota Solo.
“Awalnya itu saya garap sendiri. Mulai dekorasi harga Rp 1-2 jutaan. Lama kelamaan mulai dikenal dan munculah nama Asmoro Decoration sejak 2010. Lalu mulai jadi vendor di Graha Sabha Buana sampai akhirnya dipercaya keluarga Presiden Joko Widodo hingga saat ini,” ujar dia.
Pada 2015, Ranu diminta langsung oleh Gibran Rakabuming untuk mendekor pernikahan dia. Itu jadi momen perdana persinggungan dia dengan keluarga Presiden Joko Widodo. Karena bukan usaha dekorasi besar, dia pun memberanikan diri untuk meminta uang muka hingga 75 persen sebagai modal pembuatan dekorasi kala itu.
“Saya itu tidak punya modal karena juga belum pernah dapat orderan besar seperti itu. Akhirnya saya beranikan minta uang muka sama Mas Gibran, dan ternyata di kasih langsung. Saya langsung kerjakan dan hasilnya memuaskan. Dari sana berlanjut ke pernikahan Mbak Kahiyang, Ibu Idayati (adik Presiden Jokowi), sampai ke Mas Kaesang ini,” beber Ranu.
Dari sini namanya semakin melambung. Bahkan Ranu Asmoro juga jadi role models desain dan dekorasi Jawa kontemporer. Karya-karyanya banyak ditiru oleh dekorasi-dekorasi lain di di Solo dan sekitarnya. Namun, Ranu tidak pernah melupakan darimana dia berasal dan siapa saja orang-orang yang membantunya menjadi besar seperti sekarang. Termasuk menggandeng mantan bosnya Panji untuk menjadi art director di Asmoro Decoration hingga saat ini.
“Saya melihat Ranu ini sosok yang ulet dan memiliki kemauan tinggi untuk menjadi lebih baik. Kali pertama bertemu, waktu dia daftar kerja di tempat saya itu dia baru lulus sekolah dan merantau dari Wonogiri. Selang beberapa tahun dia datang sebagai pengusaha dekorasi yang sukses, dan ajak saya gabung di sini jadi art director, khususnya di event-event spesial,” kata Panji memberikan penilaian pada mantan pegawainya yang telah berhasil itu. (*/bun) Editor : Damianus Bram