Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Warsito, Bhabinkamtibmas yang Menjadi Kusir Kaesang-Eriana

Damianus Bram • Senin, 12 Desember 2022 | 15:00 WIB
MOMEN LANGKA: Warsito menarik kuda yang dinaiki Kaesang-Erina dalam kirab di Jalan Slamet Riyadi kemarin (11/12). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
MOMEN LANGKA: Warsito menarik kuda yang dinaiki Kaesang-Erina dalam kirab di Jalan Slamet Riyadi kemarin (11/12). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Rasa bangga terpancar jelas dari wajah Iptu Warsito setelah berhasil mengantarkan Kaesang Pangarep dan Erina S Gudono dari Loji Gandrung menuju Pura Mangkunegaran. Ya, dialah kusir kereta kencana yang membawa kedua mempelai.

A CHRISTIAN, Solo, Radar Solo

Ketika ditunjuk menjadi kusir kereta kuda Kaesang Pangarep dan Erina S Gudono, Warsito sempat kaget. Tidak pernah terbayangkan dia akan menjadi kusir anak orang nomor satu di Indonesia.

"Ya saya merasa terhormat. Sampai nggak bisa berkata apa-apa. Yang jelas, saya berterima kasih didaulat sebagai kusir Mas Kaesang dan Mbak Erina," kata bhabinkamtibmas Polsek Kesugihan, Polresta Cilacap ini.

Awalnya, dia dihubungi pihak panitia sekitar dua bulan lalu. Mendapat mandat untuk menjadi salah satu kusir yang ikut rangkaian kirab Kaesang-Erina. "Saya mengira menarik kereta yang dipakai keluarga, ternyata keretanya Mas Kaesang bersama Mbak Erina. Saya sampai nggak percaya waktu itu," ungkap Warsito.

Setelah penunjukan itu, dia mempersiapkan diri selama dua bulan. Mulai dari olahraga ringan hingga mengonsumsi vitamin. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi tubuhnya agar tetap bugar dan prima.

"Itu saja sih persiapannya, tidak yang macam-macam, puasa atau apalah. Yang penting kondisi tubuh fit," kelakar Warsito.

Warsito mengatakan, khusus untuk kereta yang menarik Kaesang dan Erina kuda berjenis KPI, yaitu peranakan antara kuda lokal dan kuda Australia.

"Untuk kuda lokal biar dapat tenaganya, karena lebih prima. Kalau untuk yang kuda impor diambil fisiknya. Lebih tinggi dan lebih gagah," jelas dia.

Warsito mendapat pelatihan khusus untuk mengendalikan enam kuda. Pelatihan ini dia dapat di Pulo Gadung, Jakarta. "Biasanya maksimal narik empat kuda. Kemarin sempat dilatih, alhamdulillah lancar, tidak ada halangan. Meski tadi jalan ramai, tapi (kudanya) tidak berontak," ujarnya.

Semua kuda yang digunakan berjenis kelamin betina. Tidak ada maksud tertentu. Hal ini dilakukan agar kuda tak berontak. "Kalau dicampur jantan betina, biasanya kerah (kelahi) sendiri-sendiri. Kuda ini kebetulan sudah jinak. Usianya lima sampai enam tahun. Agar tenang tadi juga satu kuda didampingi satu pengatik," jelasnya.

Dalam menangani kereta kuda, pria kelahiran Desa Sojiwan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten ini mengaku, bukan hal baru baginya. Sebab, dia lahir dan besar dari keluarga yang memelihara kuda.

"Dari simbah, bapak, adik-adik saya semua sudah usaha persewaan kuda. Saya sendiri di Cilacap punya kuda satu. Biasanya untuk event lomba kuda pacu," paparnya.

Dia sudah sering dipercaya untuk mengikuti even besar di antaranya Festival Keraton Nusantara di Jogjakarta, Solo, dan Cirebon. Kemudian kirab jumenengan dalem Paku Buwono (PB) XIII dan nikahan putra dalem PB XIII. Untuk kirab umum seperti Hari Jadi Kota Cilacap an kirab pernikahan wakil bupati Cilacap. (atn/bun) Editor : Damianus Bram
#Ngunduh Mantu Kaesang-Erina #Ngunduh Mantu Presiden Jokowi #Iptu Warsito #Bhabinkamtibmas #Kirab Ngunduh Mantu #kirab pernikahan kaesang-erina