Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Arini Khoiriyah, 14 Tahun Tekuni Kerajinan Lilin

Damianus Bram • Kamis, 15 Desember 2022 | 15:00 WIB
BERGELIAT: Pekerja tengah menata lilin yang sudah dibuat. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
BERGELIAT: Pekerja tengah menata lilin yang sudah dibuat. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Sebagai single parents, Arini Khoiriyah harus bekerja keras. Selama 14 tahun terakhir, dia menekuni usaha kecil mikro (UKM) naturaline pembuatan lilin. Nah, menjelang perayaan Natal, dia mulai panen pesanan berbagai lilin untuk pelengkap ibadah di gereja.

RAGIL LISTIYO, Boyolali, Radar Solo

Rumah Arini yang terletak di Dusun/Desa Candi, Ampel digunakan sebagai rumah produksi, packing sekaligus toko. Ada sepuluh pekerja yang telaten dan ulet dengan tugas masing-masing. Dua pekerja khusus di bagian produksi. Lalu, empat lainnya fokus dalam pengemasan. Ada pula pegawai khusus untuk packing pengiriman dan penjualan online.

Salah satu pegawai produksi tampak sibuk menata gelas-gelas yang sudah berisi sumbu. Begitu lilin panas sudah mencair, dituangkannya bibit pewangi yang sudah ditakar. Air lilin dituangkan dalam ceret kecil. Kemudian satu-persatu gelas lilin mulai diisi. Tak sampai penuh. Di sisi utara dan selatan, kipas angin dinyalakan. Begitu agak mengering, lilin cair dituangkan lagi agar lebih rapi. Setelah 30 menit berselang, lilin memadat dan dipindahkan untuk proses packing.

Arini, dibantu sang anak mengorganisasi pesanan yang membeludak. Jelang perayaan Natal, pesanan lilin untuk pelengkap ibadah dan hampers naik pesat. Produksi lilin bisa dua hingga tiga kali lipat dalam sehari. Perayaan Natal, ternyata membawa berkah baginya dan para pekerja. Lilin pilar hingga aroma terapi untuk hampers jadi buruan pembeli.

"Alhamdulillah, pesanan naik. Ada yang lilin ukuran besar biasanya yang pesan gereja-gereja. Ada juga hampers Natal. Penjualannya juga naik, biasanya cuma seribu lilin per bulan, ini baru dua minggu sudah empat ribu pesanan," katanya saat ditemui di rumah produksinya, Rabu (14/12).

Khusus lilin pilar untuk Natal, penjualan naik hingga 30 persen. Dari 20 boks lilin menjadi 25 boks per minggu, alias mencapai 3 ribuan lilin. Lilin putih dengan diameter besar dan tinggi ini memang sering dipesan untuk keperluan ibadah. Ada yang berukuran tinggi 30 sentimeter dengan diameter lima sentimeter. Adapula yang tingginya 10 sentimeter dengan diameter enam dan empat sentimeter.

Lilin pilar ini cukup ramai pesanan. Bahkan sebulan sebelum Natal. Dia sudah mengirim ke Banjarmasin, Bali dan lainnya. Sedangkan di daerah, dia biasa mengirim ke gereja-gereja dan toko perlengkapan ibadah. Tak hanya pesanan pilar, hampers natal juga digandrungi. Isinya, berupa dua lilin gelas aroma terapi yang dibungkus cantik, lengkap dengan kertas ucapannya.

"Selama Natal ini banyak pesanan hampers lilin aroma terapi dan parfum. Jadi dari reseller naik empat ribuan lilin gelas, lalu di toko kami juga ramai sampai 500-an lilin gelas. Memang ini ramai buat hampers, karena lilin gelas cantik dan ekonomis," imbuhnya.

Harga satuan lilin gelas Rp 12 ribu. Sedangkan hampers cukup terjangkau, yakni, Rp 25 ribu untuk kemasan minimalis. Selama ini, penjualan tidak hanya mengandalkan reseller dan toko saja. Dia juga menjual lewat online shop di beberapa platform. Usahanya ini dijalankan bersama sang anak, pasca sang suami meninggal.

Photo
Photo
BERGELIAT: Pekerja menuangkan cairan lilin ke cetakan. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Usahanya ini sudah dirintis sejak 2008. Awalnya dia bekerja di pabrik bahan baku lilin di Bekasi yang berorientasi ekspor. Ilmu dari tempat kerjanya itu diterapkannya untuk merintis usaha lilin di kampung halaman Boyolali. Keduanya melihat celah untuk menjual lilin di pasar lokal. Berbagai jenis lilin dikembangkan. Mulai dari lilin pilar untuk keperluan ibadah, hingga lilin aroma terapi.

"Pada 2008 itu, masyarakat kan tidak tahu, lilin itu buat apa. Jadi babat alas mengedukasi bahwa lilin ini juga bisa digunakan selain untuk penerangan. Lalu saya jalan terus dan booming. Dan sekarang orang beli lilin punya practice sendiri. Masyarakat mulai menemukan kegunaan lain dari lilin," ungkapnya.

Edukasi lilin tersebut dilakukan dari stand ke stand lain selama pameran. Dia mengambil bahan baku lilin dari Surabaya. Selama sebulan dia bisa memproduksi 1-2 ton lilin. Harga bahan baku berkisar Rp 25-Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan gelas lilin dia mengambil dari Jakarta. Usaha lilinnya terus dikembangkan. Kini dia memiliki 30 aroma terapi. Selain itu, lilin tak lagi harus dibakar. Dia mengembangkan lilin pengharum ruangan.

"Karena ini UMKM, pegawainya pun saya longgarkan juga. Yang penting pesanan bisa terpenuhi," ujar dia. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#Arini Khoiriyah #Perajin Lilin #natal #Lilin Natal #pembuatan lilin