RAGIL LISTIYO, Boyolali, Radar Solo
Satuan damkar kini sudah bergabung dengan Satpol PP, tak terkecuali di Kabupaten Boyolali. Sepanjang 2022 ini, ada 210 kejadian yang mereka tangani mulai dari penanganan kebakaran, evakuasi sarang tawon, monyet liar hingga menangani orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) yang mengamuk dengan senjata tajam (sajam).
”Untuk kejadian kebakaran, hingga akhir November ini ada 59 kejadian. Baik kebakaran gudang, sampah, lahan kosong, mobil, pabrik dan kebanyakan hunian rumah,” kata Kepala Damkar Satpol PP Boyolali Dono Rumekso kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (15/12).
Kebakaran yang terjadi didominasi karena kelalaian atau human error. Seperti lupa mematikan kompor, membakar sampah dan ditinggalkan begitu saja. Ada juga karena korsleting listrik dan lainnya. Selain kebakaran, damkar juga mengevakuasi hewan liar.
Seperti monyet liar di tiga lokasi, yakni di Desa Tegalwire, Mojosongo; Desa Sidomulyo, Teras; dan Dusun Cilakan, Desa Ngaru-Aru, Banyudono. Monyet liar jenis ekor panjang ini meresahkan warga. Serangan monyet juga pernah dirasakan warga Tamansari yang berbatasan dengan hutan Gunung Merapi. Selain itu, evakuasi tawon dan ular juga mendominasi. Tercatat ada 69 evakuasi sarang tawon.
”Untuk ular jenisnya mulai dari kobra dan piton. Kami juga pernah evakuasi biawak di Desa Randusari, Teras. Kemudian menyelamatkan kambing yang masuk ke sumur,” imbuh Dono.
Dono mengamini, selama akhir tahun ini banyak melakukan evakuasi hewan liar. Selain itu, pihaknya juga menerima kunjungan edukasi dan sosialisasi pada masyarakat. Seperti penggunaan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) yang menyasar komunitas, desa, kantor pemerintahan juga pabrik.
”Kami juga pernah melakukan evakuasi orang gila yang mengamuk membawa sajam di Dusun Suro. Evakuasi juga melibatkan pihak terkait. Termasuk ular itu, kami bekerjasama dengan komunitas pecinta ular. Supaya dilepaskan lagi ke habitatnya, biasanya di hutan daerah utara,” tandasnya. (*/adi) Editor : Damianus Bram