Apa kabar Mbak Erna? Kesibukan akhir-akhir ini?
Alhamdulillah sehat. Masih sibuk mengurus anak, usaha, dan jalan-jalan keliling Indonesia.
Awal terjun ke bidang UMKM?
Saya dulu tour guide. Lalu memilih resign agar lebih fokus mengurus anak di rumah. Tapi karena memang sudah biasa bergerak, bekerja, kalau banyak diam, bosan juga. Akhirnya pada 2009, mulai coba menjahit dan dijual ke sekitar rumah.
Produk pertama yang dibuat?
Ada ide bikin sprei. Modalnya Rp 250 ribu. Dipinjamkan dari PKK bude. Waktu itu, sejumlah tetangga dekat beli produk saya. Berlanjut dipromosikan dari mulut ke mulut. Akhirnya order-an mulai banyak.
Pernah gagal?
Tidak sekali-dua kali. Sering. Sepi pembeli. Nah itu tantangannya. Bagaimana caranya bisnis bisa ramai dan laris. Bagaimana caranya mem-branding produk agar banyak peminatnya. Maka saya memberikan jaminan kualitas. Selain itu, juga sering membuat promo-promo yang menarik minat pembeli. Apa nggak rugi? Ya gak, kan sudah ada hitungannya. Saya masih dapat laba tapi mepet, nggak masalah. Yang penting penjualannya bisa banyak.
Masih aktif melakukan pendampingan UMKM lain?
Alhamdulillah, mulai mendampingi sejak 2016, sampai sekarang masih aktif. Passion saya di situ. Dari dulu itu jiwa saya bersama teman-teman UKM. Jadi ada kepuasan saat melihat teman-teman UMKM baru merintis. Belajar, sharing bersama, dan bagaimana caranya mem-branding, mengemas produk agar menarik dan memiliki nilai jual tinggi
Pendampingan yang sudah dilakukan?
Banyak sekali. Terutama teman-teman UMKM eks Karesidenan Surakarta dan Jogjakarta. Sering juga diundang dari Kemenkop dan dinas-dinas terkait di daerah. Pernah mengisi di Manokwari, Papua; Manado, Gorontalo, Samosir, Garut, Riau, Banjarmasin.
Motivasi bagi pelaku UMKM?
Selalu menekankan bahwa semua usaha tidak ada yang instan. Harus telaten, jeli, ulet, dan tidak boleh gampang menyerah. Tidak boleh gengsi. Bagaimana caranya bisa tetap bertahan itu sulit. Butuh konsistensi.
Penghargaan yang diterima?
Saya pernah juara II tingkat Provinsi Jateng kategori perempuan pengusaha berprestasi. Banyak prestasi lain dari hasil merintis usaha ini.
Prospek UMKM?
Sangat menjanjikan, peluangnya besar. Saat pandemi Covid-19, usaha-usaha besar gulung tikar. Kita bisa lihat, teman-teman UMKM bisa bertahan. Jadi jangan meremehkan UMKM karena potensinya besar menggerakkan perekonomian di Indonesia.
Pesan untuk pelaku UMKM muda?
Tetap semangat, jangan mudah menyerah, dan harus kreatif. Jadi wirausaha itu harus kreatif dan inovatif. Serta jaga konsistensi. (rgl/wa) Editor : Damianus Bram