Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Kisah Pembuatan Alat Pengiris dari Slogoretno yang Pernah Dikirim ke Luar Negeri

Damianus Bram • Sabtu, 24 Desember 2022 | 17:00 WIB
KREATIF: Alat pengiris serbaguna buatan Sumidi. Alat ini ternyata bisa memotong banyak sayuran hingga buah. (SUMIDI FOR RADAR SOLO)
KREATIF: Alat pengiris serbaguna buatan Sumidi. Alat ini ternyata bisa memotong banyak sayuran hingga buah. (SUMIDI FOR RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Desa Slogoretno yang ada di Kecamatan Jatipurno, Wonogiri menjadi sentra perajin alat pengiris serbaguna. Bahkan, alat itu sudah pernah dikirim hingga ke luar negeri.

Salah satu perajin sekaligus pelopor pembuatan alat pengiris serbaguna itu adalah Sumidi. Dia mulai membuat alat tersebut sekitar 2006 lalu.

"Dulu saya masih bekerja di bidang perkayuan. Kebetulan ada limbah kayu di tempat kerja saya. Kemudian saya berpikir, limbah ini diapakan supaya lebih bermanfaat," ujarnya, Jumat (23/12).

Sumidi akhirnya berpikir untuk membuat alat pengiris. Apalagi, saat itu dia mendapatkan permintaan dari rekan-rekannya yang merupakan pedagang bakso di luar Jawa, yang meminta untuk membuat alat pengiris bawang. Sebab, jika mengiris dengan pisau, butuh waktu lebih lama. Sumidi pun tertantang untuk membuat alat pengiris seperti yang diminta temannya.

"Dulu pembuatannya tidak langsung sempurna seperti saat ini. Ada prosesnya. Tapi setelah itu pesanan alat pengiris ternyata bertambah. Yang pesan awalnya cerita ke temannya yang lain, jadi cuma mulut ke mulut dulu," papar dia.

Sumidi awalnya tak berpikir alat buatannya tersebut bisa digunakan untuk mengiris sejumlah hal. Namun pengguna alat itu, ternyata malah bisa digunakan untuk hal lainnya. Alat pengiris itu ternyata juga memudahkan penggunanya yang hendak membuat keripik.

"Jadi itu pengalaman dari si pengguna. Tak terduga malahan, bisa digunakan untuk keripik ketela sampai yang mau buat tempe keripik juga. Hanya cukup pakai satu alat ini," paparnya.

Menurut Sumidi, alat pengiris serbaguna buatannya memang memiliki banyak keunggulan. Selain praktis, pisau yang digunakan di alat itu seperti pisau cutter yang mudah ditemukan di pasaran. Dengan begitu, saat pisau lama tumpul, pengguna lebih mudah mencari pisau baru tanpa membeli alat pengiris yang baru.

"Dengan begitu lebih memudahkan konsumen. Ketebalan atau ketipisan rajangan juga bisa diatur oleh si pengguna," papar Sumidi.

Pesanan pun semakin banyak, apalagi usai Sumidi mulai mempromosikan alat buatannya lewat Facebook sekira 2012 lalu. Keponakannya yang kebetulan berkuliah di UNS juga ikut memasarkan alat buatannya.

"Prospeknya ternyata bagus. Setelah itu sekira 2014 banyak teman-teman yang ikut memasarkan, dan dijual online juga," paparnya.

Harga jual alat itu cenderung terjangkau. Untuk satu alat, dibanderol mulai dari Rp 45 ribu untuk ukuran yang paling kecil.

Sejumlah warga lain di kampungnya, ternyata ikut belajar membuat alat pengiris serbaguna seperti buatan Sumidi. Ada puluhan warga yang sudah ikut menjual alat tersebut. setidaknya ada sekitar 45 penjual di Desa Slogoretno.

Khusus untuk produk buatannya, Sumidi telah mendaftarkan dengan merk Pro Multikarya (MK) Production. Sejumlah perajin lain juga mulai mendaftarkan mereknya masing-masing. Dia juga meminta agar semua perajin tetap menjaga mutu alat alat buatannya. Dengan begitu, semuanya bisa saling menjaga satu sama lain terkait kualitas produk alat ini.

"Penjualan kami maksimalkan lewat online dengan jualan di berbagai marketplace juga. Pernah ada permintaan dari luar negeri, pesanan perorangan belum sampai ekspor besar. Seperti dari Malaysia, dan Hongkong juga pernah membeli alat buatan saya," pungkas Sumidi. (al/nik) Editor : Damianus Bram
#Alat Pengiris #Sumidi #Alat Pengiris Serbaguna #Alat Pengiris dari Slogoretno