Dunia sketsa memang dinamis. Karya seni ini mengaplikasikan bangunan atau suasana lingkungan, dalam sebuah goresan yang dibuat semirip mungkin dengan suasana yang direkam sang perupa.
Isnen Sholihin adalah salah seorang seniman sketsa asal Karanganyar. Dia mengakui, sketsa bisa menjadi cara untuk dapat menerangkan kepada masyarakat, khususnya tujuan dari sebuah gagasan atau ide.
“Beberapa wilayah atau lokasi yang sebelumnya terbengkalai, banyak tak terurus. Itu semua sempat saya lihat dan saya konsultasikan kepada sejumlah warga maupun pengurus dari pemerintah setempat. Saya lihat, kemudian saya buat gambar sketsa. Saya paparkan nanti seperti ini, bisa dibangun ini dan itu. Kemudian akhirnya bisa dikembangkan Bersama. Alhamdulillah semua bisa berjalan. Semua berawal dari sebuah sketsa yang saya buat,” papar Isnen Sholihin.
Dia dan komunitas memang rutin, mengembangkan sejumlah wilayah potensi yang ada di Karanganyar. Idenya semua berdasarkan sketsa, yang dibayangkan bisa dibangun sebuah lingkungan baru. Unsur gagasan untuk merubah citra pada sebuah lingkungan memang dasar dari sketsa ini.
Harapannya dengan sketsa ini bisa membawa dampak positif. Tidak hanya bagi warga sekitar, melainkan juga masyarakat yang lebih luas yang nantinya bisa berkunjung ke wilayah tersebut.
Sketsa bisa dikerjakan melalui berbagai media. Seperti pensil arang atau pastel. Dapat juga diterapkan pada gambar yang dikerjakan menggunakan pena dan tinta, ballpoint, cat air, atau cat minyak. Kemudian Dua jenis terakhir yang sering digunakan pada umumnya.
Isnen juga mengungkapkan, beberapa hasil karya sketsanya tidak hanya untuk pengembangan suatu wilayah ataupun potensi desa yang sebelumnya terbengkalai tak terurus. Sketsa buatannya juga sempat dipesan yang nantinya akan diterbutkan dalam sebuah buku. Yang nantinya karyanya akan jadi bahan pembelajaran bagi peserta didik. Mulai dari kalangan TK, SD, SMA, maupun mahasiswa.
“Ada beberapa cara untuk bisa mengenalkan sebuah sketsa, jadi tidak hanya melalui pameran sketsa saja. Akan tetapi juga melalui sebuah karya buku panduan ataupun buku bimbingan. Dimana dalam gambar yang kita berikan dalam buku tersebut, semua digambar melalui sketsa,” ucapnya.
Dia berharap melalui karya sketsa, masyarakat bisa berkembang dan bisa membuat ide atau gagasan yang real. Khususnya terhadap apa yang akan mereka kembangkan.
“Karena secara umum, pengertian sketsa adalah draf gambar kasar yang digunakan untuk mengonkretkan (merealisasikan) ide yang masih abstrak. Tepatnya yang masih terjebak dalam pemikiran saja. Oleh karena itu, sketsa amatlah penting dalam dunia kreatif. Sketsa tidak melulu digunakan untuk merancang suatu media visual saja, bisa jadi suatu tata lingkungan seperti tata lingkungan dan rancangan kegiatan lainnya,” pungkasnya. (rud/nik) Editor : Damianus Bram