Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ratna Anggraini, Generasi Kedua Perajin Kue Keranjang yang Tetap Eksis

Damianus Bram • Rabu, 18 Januari 2023 | 15:00 WIB
PANEN PESANAN: Proses pembuatan kue keranjang di rumah produksi milik Ratna Anggraini. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
PANEN PESANAN: Proses pembuatan kue keranjang di rumah produksi milik Ratna Anggraini. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Kue keranjang selalu menjadi suguhan khas Tahun Baru Imlek. Namun, kini produsen kue berbentuk lingkaran di Kota Bengawan tinggal segelintir. Salah satunya Ratna Anggraini, 51.

SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Radar Solo

Kue bertekstur lengket dengan cita rasa manis itu selalu jadi buruan masyarakat saat Tahun Baru Imlek. Tak heran jika mendekati Hari Raya Imlek produksi kue keranjang selalu ramai. Karena itulah para produsen kue keranjang harus ancang-acang lebih awal agar bisa memenuhi permintaan konsumen.

"Saya biasa produksi itu sejak pertengahan Desember. Memang biasanya mendahului antisipasi pesanan yang membeludak mendekati Hari Raya Imlek," kata perempuan generasi kedua dari keluarga produsen kue keranjang di Kota Bengawan ini.

Dibantu sejumlah pegawainya, sampai kemarin Ratna telah memproduksi 3 ton kue keranjang siap jual. Rumah produksi kue keranjang di Sangkrah, Pasar Kliwon itu pun tak pernah sepi dari kegiatan pengolahan kue hingga puncak Imlek. Meski kesibukan itu sudah terbilang cukup padat, Ratna merasa permintaan kue keranjang tahun ini belum mampu menyamai permintaan sebelum pandemi Covid-19.

“Kami produksi terus. Biasanya memang sampai hari H Imlek. Tapi stoknya memang sudah disiapkan biar cukup sampai Cap Go Meh," hemat dia.

Dalam sehari, kata Ratna, rumah produksinya bisa menghasilkan 5 kuintal kue keranjang. Atau setara 750 buah kue keranjang ukuran kecil hingga besar. Di sinilah ketepatan waktu, keluletan, dan ketelatenan dalam produksi menentukan hasil yang maksimal. Sebab, produksinya tidak cukup digarap dalam sehari.

Minimal butuh tiga hari. Mulai dari mengolah bahan dasar, memasak, sampai bisa menikmati legitnya kue keranjang tersebut.

"Mulai dari mengolah sampai jadi itu butuh tiga hari. Pertama kita proses dulu ketannya, setelah itu dicampur gula dan madu, ditunggu masak, dan dicetak. Setelah padat baru bisa dinikmati," kata Ratna.

Sampai hari ini dia masih mempertahankan resep dan cara pengolahan kue keranjang yang diturunkan dari sang ayah. Saat sudah banyak tepung ketan dijual di pasaran, Ratna memilik tetap membeli ketan dalam bentuk biji untuk dihaluskan sendiri secara manual. Membeli bahan baku dan diolah secara mandiri membuat dia mampu menjaga kualitas dari kue keranjang yang sudah diproduksi oleh keluarganya sejak dekade 1960.

"Makanya tekturnya keras, tidak lembek seperti dodol karena kue keranjang itu cara mengolahnya memang tidak seperti dodol yang dimasak sambil terus diaduk. Kalau kue keranjang saat sudah dimasak ya didiamkan sampai 24 jam biar matang," kata dia.

Sampai sekarang dia tidak pernak mengutak-atik resep atau cara pengolahan yang diajarkan ayahnya dulu. Semua resep hingga cara pengolahan itu dipertahankan demi menjaga cita rasa dan kualitas kue keranjang yang dia produksi. Meski cukup melelahkan, bahkan kadang juga sempat mengalami kerugian karena ketan yang dibeli tercampur dengan beras, Ratna tetap menjaga pola kerjanya sama persis seperti yang diwariskan dari keluarganya itu.

"Dulu sempat kecolongan karena ketan yang dipasok banyak tercampur beras,  jadinya jelek. Tahun lalu 1,5 kuintal rusak karena itu. Tapi tidak masalah cara tradisonal ini tetap saya pertahankan," ujar dia.

Melihat kerumitan seluruh proses pembuatan itu, banyak konsumen yang tidak keberatan sekalipun kue keranjang produksinya terbilang lebih mahal dari kue keranjang di pasaran. Peminatnya juga tidak hanya dari Solo, namun juga kota-kota besar lainnya, seperti Jakarta, Bogor dan sekitarnya.

“Tekstur yang lengket dan manis kue keranjang ini menjadi simbol keharmonisan,” ujar Ratna. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#kue keranjang #Produsen Kue Keranjang #Pembuatan Kue Keranjang #Ratna Anggraini