Untuk mempercantik rumah, tentu butuh interior yang menarik. Lukisan jadi salah satu elemen yang bisa jadi penting untuk membuat suasana rumah idaman kita jadi lebih unik dan menarik.
Jika lukisan dari media kertas atau kanvas sudah biasa, sepertinya media kaca bisa jadi solusi. Karya seni rupa di media ini, ternyata juga sama uniknya.
Kerajinan ini, ternyata dikembangkan oleh Retno Lawiyani. Warga Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran ini menceritakan awalnya dia belajar secara otodidak dalam membuat kerajinan lukis kaca. Basic awalnya, dia adalah perajin wayang kulit, sama seperti banyak warga Desa Kepuhsari jalani.
Berawal dari permintaan konsumen yang ingin ada karya buatannya, namun di media kaca, ternyata membuatnya mulai mendalami lebih dalam teknik ini.
Tentu ada sisi kesulitannya, terlebih kalau harus membuat karya dalam bentuk figure model wajah seseorang.
Dia menerangkan, proses pembuatan lukis kaca diawali dari pembuatan desain. Desain lalu dipindah ke media kaca dengan teknik mirror.
Semisal yang dilukis adalah wayang, ada pakem yang bisa diikuti. Contohnya tokoh lelaki dan perempuan, yang tokoh laki-laki berada di kanan dan perempuan di kiri.
“Jadi proses gambarnya dibalik, yang harusnya hadap kanan jadi hadap kiri. Itu supaya hasilnya hadap kanan. Ini namanya teknik mirror,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di kediamannya, Jumat (3/2/2023).
Setelah itu, supaya tak luntur diberi cat semprot clear. Itu juga untuk pengeleman supaya saat pewarnaan dilakukan tak gambar luntur.
Setelah itu, baru proses pewarnaan. Bisa dengan teknik gradasi warna. Untuk wayang, ada juga pakem warnanya. Setelah itu, ada tahap-tahap lainnya, hingga lukisan kaca yang cantik benar-benar sempurna dan dipasangi bingkai.
“Lukis kaca ini bisa digunakan untuk hiasan dinding. Souvenir juga bisa. Biasanya digunakan untuk pajangan desain interior rumah, seperti lukisan pada sisi jendela pintu kaca,” ucapnya.
Belakangan ini, dia banyak memang menerima banyak request untuk membuat lukisan di jendela kaca. Jendela kaca dilukis dengan tokoh wayang, atau cerita pewayangan.
Ada juga customer yang meminta agar kaca dibuat seperti lukisan ala Tiongkok, seperti bunga atau tema yang lain, namun tetap di media kaca. “Setiap karya tentu berbeda harganya, semua tergantung tingkat kerumitan dan ukuran karyanya,” tuturnya. (al/nik) Editor : Damianus Bram