Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Maryanto Tri Utomo, Bawa Sandal Jepit Naik Kelas Menjadi Barang Bernilai Seni

Damianus Bram • Kamis, 2 Maret 2023 | 15:00 WIB
BUTUH KETELITIAN: Karya seni dari sandal jepit yang dibuat Maryanto beragam. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
BUTUH KETELITIAN: Karya seni dari sandal jepit yang dibuat Maryanto beragam. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Berawal dari iseng mengisi waktu luang, malah bisa menghasilkan pundi uang. Ya, inilah yang dilakukan Maryanto Tri Utomo. Sandal jepit yang biasanya untuk alas kaki ini disulap menjadi pajangan indah.

A CHRISTIAN, Sukoharjo, Radar Solo 

Maryanto sedang sibuk merampungkan sandal yang diukir motif batik parang ketika koran ini menyambangi rumahnya di RT 06 RW 04. Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Bermula ingin mempunyai sandal jepit yang berbeda dengan temanya, dia akhirnya keterusan.

"Dulu saya hanya iseng-iseng saja karena ingin beda dari yang lain. Ketika dipakai ke masjid tidak tertukar," ujar pria yang akrab disapa Keket ini ketika ditanya awal menekuni kerajinan ini.

Keket juga bercerita dulu dia hanya mengukir sandal jepit berwujud tulisan dan kartun saja karena lebih mudah. Namun sejak tiga tahun terakhir dia belajar ukir detail.

“Awalnya saya belum berani membuat detail. "Saya belajar otodidak di YouTube. Setelah itu saya coba membuat detail dengan model ikan KOI, " ujarnya.

Dari jejaring media sosial, dia menemukan sendal ukir ini banyak diminati. Dari sini dia serius menekuni kerajinan ini sebagai lahan bisnis.

"Di Pati sudah banyak yang seperti ini. Saya lihat harganya bisa sampai jutaan. Kaget saya, ternyata hal seperti ini kalau ditekuni harganya mahal juga," ujarnya.

Menurut dia, membuat sandal ukir yang detail mempunyai tantangan tersendiri. Sebelum terjun ke pasaran di luar, Keket bertemu dengan seniornya Muhammad Niam yang juga perajin asal Makamhaji, Sukoharjo.

Dari situ dia belajar lebih baik lagi, lebih detail, agar produk yang dia buat bisa dijual lebih luas. "Penjualan sudah sampai ke Kalimantan, Bandung, dan Jawa Tengah. Paling banyak malah Jawa Timur, dari pondok pesantren. Jadi pesennya borongan," tegasnya.

Keket memulai dengan membuat motif di atas sandal. Setelah sketsa jadi, barulah dia menggeluarkan alat berupa cutter pen dan pinset. Dia lantas mengukir sandal menggunakan alat itu. Dengan teliti dia mengukir sandal mengikuti pola yang sebelumnya sudah digambar. Butuh waktu 3 jam untuk menyelesaikan satu ukiran di atas sandal.

Untuk motif, lanjut Keket, biasanya costum atau sesuai pesanan pelanggan. Paling banyak wajah si pemesan. Namun dia juga membuat motif-motif lain. Paling suka dengan motif pemandangan hingga tokoh.

"Sehari bisa jadi kalau motifnya tidak ribet. Tapi kalau motifnya butuh detail, bisa makan waktu 2 pekan. Misal saat membuat motif burung jatayu sama leak. Pernah saya buat dalam waktu sebulan lebih," katanya.

Sendal ini tidak hanya difungsikan sebagai alas saja namun juga ada beberapa pemesan yang meminta sandal ini dibingkai sehingga bisa menjadi hiasan dinding. Ada pula yang sengaja membuat sebagai salah satu pelengkap mahar pernikahan. Dari usahanya ini Keket sudah meraup pundi-pundi rupiah. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#Kreasi Sandal Jepit #Kesenian dari Sandal Jepit #Sandal Jepit #Maryanto Tri Utomo