Bunga Vinca adalah tanaman yang tumbuh semusim. Bunga ini awalnya berasal dari Madagaskar. Namun sekarang sudah banyak berkembang di berbagai negara. Warnanya pun lebih bervariasi hasil budidaya hybrid.
”Dulu Vinca cuma ada warna putih dan ungu. Tapi sekarang sudah beragam warnanya, banyak hybrid dari luar negeri masuk ke Indonesia. Jadi warnanya makin unik,” ungkap pembudidaya Vinca asal Klaten, Yuli Eka kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (4/3/2023).
Saat ini, Yuli sedang merawat Vinca hybrid. Menurutnya, Vinca jenis ini lebih suka panas ketimbang air hujan. Sebab, air hujan mengandung asam yang bisa membuat lebih gampang terserang jamur Fusarium. Jadi lebih baik lindungi tanaman ini selama musim hujan.
”Lebih bagus kena sinar matahari langsung, tapi di bawah naungan. Hindari jamur karena lagi musim hujan seperti ini. Musuhnya banyak. Jadi sering-sering disemprot pakai fungisida saja,” jelasnya.
Beda dengan jenis hybrid, Vinca lokal justru tahan hujan. Selain itu, bentuknya juga lebih tinggi. Sedangkan Vinca hybrid cenderung pendek. Mayoritas juga menjuntai. Namun keduanya sama-sama bisa berbunga lebih banyak jika sering di-pruning atau dipangkas.
”Akan banyak bunganya kalau sering di-pruning. Lebih bagus, biar lebih banyak cabangnya. Harapannya bunganya akan lebih banyak lagi,” sambungnya.
Selain di-pruning, bisa ditunjang juga dengan pupuk bunga agar warna bunganya lebih menor. Untuk media tanamnya, Yuli menggunakan campuran sekam bakar, sekam mentah, dan pupuk kandang. Nah, untuk memperbanyak tanaman ini, cukup mudah. Karena hanya menggunakan biji.
”Jadi tanaman ini tahan hidup mungkin bisa 5-6 bulan. Untuk selanjutnya mati karena dia tanaman semusim. Tapi dia bisa menghasilkan benih biji. Untuk penyemaiannya juga mudah, tinggal semai pakai media tanam. Bisa pakai sekam mentah, sekam bakar, atau pakai humus tanpa pakai pupuk kandang,” bebernya.
Seperti yang sudah dibahas di atas, hama yang sering menyerang Vinca di musim hujan adalah jamur. Maka solusinya disemprot fungisida setiap dua pekan sekali. Yuli juga biasa menyemprotkan insektisida setiap dua pekan sekali untuk menanggulangi kutu dan ulat.
”Sekarang tanaman Vinca sudah jamak ditemui di mana-mana. Beda dengan 4 tahun lalu. Tanaman ini biasanya hanya dimiliki pecinta tanaman hias saja,” tandasnya. (aya/adi/dam) Editor : Damianus Bram