Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Korp Musik Gita Praja Wibawa, Semua Personelnya Anggota Satpol PP 

Damianus Bram • Jumat, 10 Maret 2023 | 15:00 WIB
SALING PADU: Korp Musik Gita Praja Wibawa saat latihan sebelum tampil di depan Balai Kota Surakarta. (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)
SALING PADU: Korp Musik Gita Praja Wibawa saat latihan sebelum tampil di depan Balai Kota Surakarta. (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Anggota satpol PP identik dengan sikap tegas dalam menegakkan peraturan daerah (perda). Nah, seperti apa ketika mereka bermain musik di atas panggung. Tentu jauh dari bayangan tugas sehari-hari. Penasaran?

SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Radar Solo

Iringan musik mengalun di depan Balai Kota Surakarta. Pemainnya semua berseragam sama khaki kehijauan. Nah, mereka inilah personel Korps Musik Gita Praja Wibawa. Semua anggotanya adalah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar.

Mereka sore itu sedang persiapan tampil di puncak hari ulang tahun satpol PP, linmas dan damkar yang dipusatkan di balai kota Rabu lalu (9/3/2023). Tentu ini tidak mudah. Mengingat mobilitas kerja para penegak perda ini juga cukup padat. Untuk menyisihkan waktu untuk latihan perlu perjuangan.

Salah satunya dirasakan Diana Mifta Sari. Dia termasuk personel baru karena baru bergabung sebagai pengganti personel yang mundur karena suatu alasan. Didaulat menjadi konduktor tentu bukan tugas yang ringan. Namun, demi sukesnya acara dia harus siap.

“Saya gabung dari Januari lalu. Kebetulan diminta masuk untuk menggantikan konduktor sebelumnya yang mundur. Jadi harus cepat adaptasi,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Solo.

Perempuan yang hobi menyanyi ini memanfaatkan pengalamannya di grup paduan suara untuk memainkan perannya sebagai peminpin korps musik itu. Selain itu, dia harus memiliki mental kuat karena posisi konduktor berada di tempat paling depan dari personel lainnya ketika tampil.

Selain itu, konduktor juga bertanggung jawab penuh atas permainan musik yang dibawakan. Sebab, dia yang harus memberi kode, mengingatkan, hingga meminimalkan kesalahan-kesalahan agar tidak begitu kentara.

“Tantangannya itu harus menghafalkan lagu dan cara memberikan aba-aba. Belajarnya salah satunya dari YouTube. Kalau soal salah ya memang pernah tapi tetap harus percaya diri,” kata Diana yang baru debut perdana di HUT satpol PP Rabu lalu (6/3/2023).

Tantangan yang cukup besar dirasakan para personelnya adalah adaptasi untuk mengetahui nada dan cara memainkan alat musik masing-masing. Ini sangat dirasakan Deni Yulistianto, pemain terompet di grup itu. Dia cukup kesulitan karena terompet hanya memiliki tiga tuts (finger button, Red) dengan berbagai variasi untuk memainkan berbagai nada. Ini menjadi sesuatu yang baru karena perbedaan cara menekan itu tidak dia temukan dalam alat musik gitar yang biasa dia mainkan di rumah.

“Kebetulan saya dulu suka main gitar. Akhirnya ada tawaran untuk gabung dan akhirnya saya pilih pegang terompet ini,” ucap dia.

Pengalaman baru itu membuat dia semakin senang menjadi pemain terompet. Deni memiliki rutinitas unik yang harus dia lakukan usai memainkan terompet. Dia selalu membongkar terompetnya untuk dibersihkan dan diberi minyak agar tetap dalam kondisi prima untuk dimainkan.

“Kendalanya itu kalau tombol nadanya macet, makanya harus sering dibersihkan dan diminyaki. Ini saya tahu dari proses latihan selama ini. Sisi baiknya saya sudah bisa mainkan 5-6 lagu nasional,” kata warga Mojogedang, Karanganyar itu.

Meski belum ada setahun berkecimpung dalam dunia drum band, 35 personel Korps Musik Gita Praja Wibawa ini tampak percaya diri sekalipun sesekali waktu harus disentil oleh para koordinator atau pelatih karena kesalahan-kesalahan kecil. Seperti nada tidak tepat, salah pukul, tempo tidak selaras, atau kurang kompak.

Di luar itu semua, formasi ini menjadi formasi terbaik untuk saat ini. Sebab, mereka sudah berjuang kembali mengaktifkan kors musik yang lama tertidur itu.

“Sebetulnya terbentuk sudah lama, tapi baru diaktifkan lagi belum ada setahun ini. Saya ingat awal pembentukannya lagi itu 8 Juli 2022. Dari mulai cari anggota sampai latihan persiapan upacara HUT RI hanya satu setengah bulan saja,” kata Koordinator 1 Korpsik Satpol PP Karanganyar Toni Setiawan.

Dengan pelatihan ekstra dan kemauan masing-masing personel untuk menjadi lebih baik, Gita Praja Wibawa Satpol PP Karananyar kini tampak makin selaras. Pukulan perkusi dalam menjaga tempo dan alur permainan musik dari 5 pemain snare drum, 5 pemain tenor, 3 bass drum, dan dua simbal itu makin apik dan tampak selaras dengan dengan permainan dari 13 pemain alat musik tiup dan keempat pemain belira di korp musik setempat.

”Trial and error-nya lumayan. Ternyata waktu latihan ada juga yang tidak bisa. Akhirnya harus ganti lagi dengan orang baru dengan personel baru. Tantangan itu untuk menjaga latihan, karena agendanya juga banyak. Kalau tidak benar-benar dijadwalkan akan susahi,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kasi Penanganan Trantib dan Linmas Satpol PP Karanganyar itu. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#Satpol PP Karanganyar #Korp Musik Gita Praja Wibawa #Satpol PP #drum band