Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Di Balik Ekskavasi Situs Watu Genuk:  Sapi Satu Kampung Mati saat Pindahkan Lembu Nandini

Damianus Bram • Senin, 27 Maret 2023 | 01:21 WIB
BERGAIRAH: Event Prambanan Jazz di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, Klaten menampilkan penyanyi ternama belum lama ini. (ISTIMEWA)
BERGAIRAH: Event Prambanan Jazz di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, Klaten menampilkan penyanyi ternama belum lama ini. (ISTIMEWA)
RADARSOLO.ID - Situs Watu Genuk di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali menyimpan banyak kisah misteri. Beberapa kali terdengar suara gamelan dan pertunjukan wayang kulit. Pernah juga dikisahkan, ternak sapi warga satu kampung mati lantaran nekat memindahkan arca lembu Nandini.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, situs Watu Genuk berada di gumuk alias bukit. Tepatnya di timur jalan dan dikelilingi ladang warga. Sebelum diekskavasi, Situs Watu Genuk tak terawat. Dipenuhi semak belukar yang lebat. Hal tersebut membuat warga tak berani menjamah lokasi setempat.

Narto Widodo, warga setempat menuturkan, di Situs Watu Genuk terdapat arca lembu yang dinamakan Nandini. Sayangnya, kondisinya sudah tak utuh. Bagian kepalanya hilang.

Sekira 1970-1980, arca lembu Nandini sempat dipindahkan ke Dusun Krajan, Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Arca tersebut diletakkan di gapura masuk dusun dengan tujuan sebagai tetenger.

Untuk memindahkan arca ini, bukan perkara mudah. "Diangkat berat sekali. Jadinya diangkat bareng-bareng oleh warga. Ada belasan orang yang ikut mengangkat menggunakan bilah bambu, tapi tetap nggak kuat,” ungkapnya.

Hingga akhirnya, salah seorang warga berinisiatif mencambuk patung tersebut, selayaknya mencambuk sapi hidup. Barulah, patung mudah dibawa dan mulai dipindahkan ke tugu dusun.

Tak berselang lama, muncul wabah yang tidak diketahui asal muasalnya, membuat ternak sapi warga mati seketika.

Warga lantas bersepakat mengembalikan patung le lokasi semula di situs Watu Genuk.

"Beda dengan sebelumnya, pas dipulangkan itu, arcanya enteng. Cuma butuh empat orang untuk menggotong kembali ke situs," imbuhnya.

Serupa diungkapkan warga lainnya, Rusmanto. Cerita mistis di situs Watu Genuk sudah menyebar. Pernah suatu ketika, satpam perumahan tak jauh dari situs dikagetkan dengan suara gamelan dan pertunjukan wayang kulit di tengah malam. Setelah disimak seksama, sumber suara berasal dari gumuk tempat situs Watu Genuk.

Ditambahkan Rusmanto, arca lembu Nandini pernah dipindahkan ke Museum Purbakala Boyolali atau Rumah Arca. Tapi tak lama, arca tersebut dikembalikan ke tempat asalnya. "Katanya, arca ini nakal. Langsung dipulangkan," pungkasnya. (rgl/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Ekskavasi Situs Watu Genuk #watu genuk #Situs Watu Genuk #Sapi Mati