Sendang Jangkang berada di paling barat. Diartikan bahwa manusia memiliki cita-cita atau prajangka. Lalu diikuti Sendang Sidotopo, bahwa cita-cita tersebut juga harus diikuti topo atau ikhtiar.
Berikutnya Sendang Kaprawiran dimaknai agar menjalankan hidup dengan ilmu. Disusul Sendang Panglerepan atau lerep yang bermakna keinginan, namun, juga dimaknai untuk berserah diri.
Lalu ada Sendang Cabean Kunti Lanang atau laki-laki. Biasanya yang melakukan tirakat di sendang ini untuk menghilangkan mala (keburukan,red).
Berikutnya Sendang Panguripan yang berarti kehidupan. Dimaknai sebagai fase manusia mencari rezeki. Kemudian Sendang Cabean Kunti Kaputren atau perempuan. Sendang ini biasanya digunakan untuk ritual pembersihan perempuan yang akan menikah agar nantinya sesudah menikah dihilangkan dari nafsu maupun mala yang bisa merusak rumah tangga.
"Ada juga Sendang Sembojo atau kesucian. Keberadaan situs ini juga didukung dengan peninggalan-peninggalan sejarah. Baik fragmen batuan candi dan lainnya," kata Makmum Arifin, juru pelihara Situs Cabean Kunti, akhir pekan kemarin.
Sendang Panguripan atau juga dikenal Sendang Drajat, ujarnya, menjadi salah satu sendang yang paling sering digunakan ritual. Airnya dipercaya memiliki banyak manfaat. Di antaranya memudahkan terkabulnya hajat.
"Ritual ya di semua sendang. Tapi kalau sepengetahuan saya, yang paling banyak itu di sini (Sendang Panguripan). Biasanya biar bisa mendapat jabatan yang diinginkan atau dilancarkan karirnya. Kalau cara ritualnya seperti apa saya juga tidak tahu. Sesuai keyakinannya masing-masing," bebernya.
Air dari sendang ini juga bisa diminum langsung. Sendang Panguripan memiliki PH air paling tinggi dibandingkan sendang lainnya. Makmum menyebut, pernah dilakukan uji lab pada air Sendang Panguripan dengan PH air 7,8.
Makmum berpesan agar berhati-hati dalam berucap saat berada di Situs Cabean Kunti. Sebab, ucapan bisa netesi, sehingga dilarang mengucap kata-kata kotor dan niat buruk. (rgl/wa/dam) Editor : Damianus Bram