Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

K.H. Samanhudi, Pedagang Batik dan Pendiri Sarekat Dagang Islam

Damianus Bram • Senin, 3 April 2023 | 17:00 WIB
Foto K.H. Samanhudi (atas) dan Perangko K.H. Samanhudi yang dikoleksi oleh Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan ( FPKBL) Alpha Febela Priyatmono. (MANNISA ELFIRA/RADAR SOLO)
Foto K.H. Samanhudi (atas) dan Perangko K.H. Samanhudi yang dikoleksi oleh Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan ( FPKBL) Alpha Febela Priyatmono. (MANNISA ELFIRA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM - Sudarno Nadi atau lebih dikenal dengan Kiai Haji Samanhudi merupakan pahlawan nasional. Saat berjuang, pria kelahiran Surakarta itu juga berdagang batik dan berdakwah agama Islam.

MANNISA ELFIRA, Solo, Radar Solo

Saat itu, Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Mayoritas pribumi dianak tirikan. Termasuk pedagang pribumi Islam, mereka direndahkan. Karenanya, sekira 1905, K.H. Samanhudi memutuskan untuk mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI).

"Ada beberapa pendapat yang mengatakan 1905 sudah berdiri. Ada juga yang mengatakan 1911 (mendapatkan akta resmi pendirian dari Belanda). Tapi kalau saya baca 1905 sudah ada," jelas Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) Alpha Febela Priyatmono kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (2/3/2023).

Organisasi ini sendiri untuk melawan kongsi-kongsi perkumpulan pedangan Tionghoa yang marak dan curang dalam perdagangan. Dulu, mereka berdagang seenaknya.

"Setelah itu pada 1912, K.H. Samanhudi menggandeng Tjokroaminoto. Akhirnya SDI menjadi Sarekat Islam (SI). SDI dulu hubungannya hanya pedagang. Kalau SI meluas, sampai soal politik," imbuhnya.

Sementara itu sebagai seorang pedagang, K.H. Samanhudi tergolong pedagang sukses. Pernah ada cerita kalau K.H. Samanhudi punya kapal di Semarang saat zaman perjuangan.

"Itukan menunjukkan pedagang yang sukses," ujar Alpha.

Soal pendidikan, memang K.H. Samanhudi hanya lulusan SD. Tapi dia nyantri di beberapa pesantren, termasuk di Surabaya. Karenanya cukup maklum jika dia juga konsen di penyebaran agama islam.

"Cerita dari para cucunya, kalau berdagang kan otomatis menyangkut kemakmuran masyarakat. Nah, dari situ sambil berdakwah. Dan ini salah satu upaya untuk mempersatukan masyarakat dalam satu perjuangan. Jadi (K.H.Samanhudi) ya dakwah, ya berjuang, ya berdagang," imbuh Alpha.

Selama berdagang, K.H. Samanhudi diyakini mengambil nilai-nilai keislaman. Seperti kemandirian, kewirausahaan. Ini dikatakan oleh Cicit dari K.H. Samanhudi Prasetyo Adi Wisnu Wibowo.

"Jadi secara implisit, nilai-nilai itu diterapkan dalam perdagangannya. Contohnya berutang ya itu harus dibayar, kalau orang Islam kan seperti itu. Itu nilai-nilai islam yang saya kira dibawa K.H. Samanhudi dalam perdagangannya. Sehingga orang Islam itu solid dan tegas dalam perdagangan," tambahnya.

Semangat jihad K.H.Samanhudi sangat kuat. Beliau adalah sosok pemimpin yang taat pada agama. Begitu pula dengan sejumlah pahlawan lainnya yang memiliki semangat yang sama.

"Saya kira dengan nilai-nilai Islam itu, beliau mengembangkan Laweyan dan SDI. Sehingga Belanda takut, Belanda kan kalau berhadapan dengan Islam takut. Karena sudah miliki jiwa teguh," sambungnya. (*/adi) Editor : Damianus Bram
#Kiai Haji Samanhudi #pahlawan nasional #Sudarno Nadi #Sarekat Dagang Islam #KH Samanhudi