RUDI HARTONO, Karanganyar, Radar Solo
Masjid ini berada di Dusun Sambirejo, Desa Tuban. Menurut cerita yang berkembang, masjid ini dipercaya menjadi salah satu tempat ibadah pertama dan dibangun oleh tokoh agama Islam kerajaan Mataram Islam pada 1823.
Hal itu terlihat dari bentuk bangunan masjid yang menyerupai joglo khas Jawa. Sementara teras masjid berbentuk limasan. Bahkan gapura depan juga terlihat seperti bangunan zaman era kerajaan.
Masjid Jami' Al Yahya juga sudah ditetapkan sebagai benda cagar budaya (BCB). Kini ramai sebagai objek wisata religi. Karena banyak masyarakat yang datang ke masjid tersebut untuk berdoa.
Takmir Masjid Jami' Al Yahya Nurdiyatma mengungkapkan, bangunan masjid ini sebagian besar terbuat dari bahan kayu jati. Awalnya hanya berupa surau (musala, Red) kecil. Kemudian oleh warga setempat dibangun menjadi masjid dan dimanfaatkan salah seorang waliullah untuk menyebarkan syiar Islam.
”Sempat renovasi untuk bangunan serambi, karena kayunya sempat lapuk. Tapi kalau untuk bangunan yang utama sampai saat ini masih seperti yang lama, dan beberapa bagian seperti mimbar, bedug dan kenthongan sampai saat ini masih asli,” kata Nurdiyatma.
Nurdiyatma menambahkan, kayu-kayu masjid berasal dari kayu jati yang terdampar di aliran Sungai Cemoro. Sungai ini membelah wilayah Kabupaten Karanganyar dengan Kabupaten Sragen.
”Semua kayu penyangga pilar masjid itu gelondongan dan tidak ada sambungan sama sekali. Kemudian ada tangga untuk menuju ke ruangan kecil yang dijadikan sebagai tempat muadzin. Tapi sekarang sudah tidak bisa digunakan, hanya mimbar saja yang saat ini masih digunakan, karena bangunan ini ceritanya hadiah dari keraton,” paparnya.
Keunikan dari Masjid Jami' Al Yahya, lanjutnya, selain bangunannya terbuat dari kayu jati, langit-langit masjid juga terdapat ornamen ukiran.
”Ornamen itu merupakan kaligrafi untuk doa dan salawat yang dulu dibuat oleh ulama. Salah satu ulama tersebut adalah Kiai Al Yahya yang dimakamkan berada di sebelah barat bangunan masjid,” tandasnya. (*/adi) Editor : Damianus Bram