Lokasi ini disebut sebagai tempat yang wingit dan dipercaya sebagai petilasan Raja Majapahit Prabu Brawijaya V sebelum akhirnya moksa di puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu.
Pranoto, warga setempat mengatakan, Pringgodani berasal dari kata pring atau bambu. Kemudian nggon atau tempat, dan dani yang berarti adalah memperbaiki.
"Maka Pringgodani dapat diartikan sebagai tempat yang digunakan untuk memperbaiki diri," ungkapnya akhir pekan kemarin.
Pertapaan Pringgodani juga kerap dikaitkan dengan tokoh yang bernama Eyang Panembahan Koconegoro. Hal tersebut lantaran di tempat itu terdapat pertapaan Koconegoro. Merupakan lokasi yang dikeramatkan. Digunakan untuk tempat bercerminnya raja serta keluarga kerajaan.
"Di dalam pertapaan itu ada sebuah cermin yang dipercaya sebagai cermin untuk menunjukkan kepribadian mereka selama bekerja. Baik sebagai abdi negara, pengusaha, aparat hukum, maupun masyarakat biasa," teranganya.
Di Pringgodani juga terhadap sejumlah kolam untuk berendam atau mandi dan dipercaya bisa menghilangkan semua kepenatan maupun marabahaya.
"Tidak ada pantangan khusus untuk mereka yang akan bertapa atau mandi di kolam Pringgodani. Hanya saja bagi perempuan tidak sedang datang bulan," ungkap Pranoto.
Ditambahkannya, Pringgodani tidak hanya didatangi masyarakat biasa, tapi juga para pejabat negara. Mereka datang untuk berdoa dan mencari ketenangan. (rud/wa/dam) Editor : Damianus Bram